9 Tahun Buka Agen BRILink, Tatang Bisa Bangun Rumah-Kuliahkan 3 Anaknya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Depok -

Tatang Sutardi (56) tak pernah menyangka keputusannya membuka Agen BRILink pada tahun 2017 bakal mengubah roda nasib keluarganya. Kini, setelah nyaris satu dasawarsa berjalan, dia sukses membangun rumah angan dan mengantarkan ketiga anaknya mengecap pendidikan tinggi.

Pagi itu, suasana di kediaman Tatang di Jalan Kenanga Baru, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tampak hangat. Pria paruh baya ini sedang sibuk menjaga kedua keponakannya. Sesekali dia beranjak untuk menyalurkan hobinya beternak ayam bangkok di pekarangan rumah.

Aktivitas ini biasa dia lakukan dengan tenang lantaran berbagi tugas dengan sang istri dalam mengelola Agen BRILink di Jalan Proklamasi No. 34, Abadijaya. Lokasinya sangat strategis, tepat di seberang Kantor BRI Unit Proklamasi, Kota Depok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pagi ini giliran Ibu nan jaga, sore sampai tengah malam baru saya. Kalau pagi begini, saya biasa santuy dulu di rumah jagain keponakan sembari usil urus ayam," ujar Tatang ramah saat ditemui detikcom belum lama ini.

Bermula dari Warkop

Perjalanan Tatang dalam memulai upaya ini tidaklah instan. Ia mengenang kembali masa-masa awal saat merantau dari Kuningan ke Depok pada tahun 1998. Kala itu, dia tetap ikut upaya warung kopi (warkop) gerobakan bareng teman.

Lambat laun, dia sukses mengumpulkan modal dan membuka warung kopi dan kelontong sendiri di Jalan Proklamasi. Saat itu, Kantor BRI Unit Proklamasi apalagi belum ada, baru berdiri sekitar tahun 2010. Hal ini otomatis membikin usahanya semakin ramai.

Tak heran, sejak 2014 Tatang langsung dilirik pihak bank dan ditawari untuk menjadi Agen BRILink. Namun, saat itu, dirinya belum tertarik lantaran upaya warung kelontong dan kopinya tetap laku manis.

Selain itu, Tatang juga menolak dengan argumen lokasinya nan berdekatan. Dia tidak percaya perihal itu bakal memberi untung bagi usahanya. Baru tiga tahun setelahnya dia berubah pikiran.

"Awalnya ditawari sempat nggak mau. Pikir saya, masa buka di depan instansi BRI banget, apa nggak canggung? Tapi pas akhir 2017 akhirnya dicoba, eh rupanya pas dijalani lezat juga," kenang Tatang sembari tersenyum.

9 Tahun Buka Agen BRILink, Tatang Bisa Bangun Rumah-Kuliahkan 3 AnaknyaYuli, istri Tatang, berjaga Agen BRILink di pagi hari (Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom)

Langsung Sabet Penghargaan

Keputusan Tatang membuka Agen BRILink di warungnya itu jadi pilihan tepat. Hanya dalam waktu satu tahun sejak bergabung, dia langsung mendapat penghargaan lantaran mencatat nilai transaksi tertinggi.

"Tahun 2018 saya langsung dapat penghargaan Agen Terbaik Pendatang Baru di Kanwil Jakarta 2. Saya lewatin tahap pemasok pemula langsung ke juragan," ungkapnya.

Bahkan, penghargaan demi penghargaan bersambung didapat Tatang hingga tahun 2023. Ia pun kebanjiran bingkisan dari BRI. Mulai dari emas logam mulia seberat 13 gram, kulkas, kompor, hingga dua unit sepeda motor.

Menariknya, salah satu motor nan didapatnya sebenarnya merupakan kompensasi bingkisan umrah nan batal terlaksana akibat adanya pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

"Harusnya dapat umrah waktu itu, tapi lantaran pandemi diganti jadi motor. Mungkin belum rezekinya," ucap Tatang.

Jadi Andalan Pedagang

Pada masa keemasannya, Agen BRILink Tatang jadi jagoan bagi masyarakat. Sekitar 80% dari total pengguna setianya adalah para pedagang di Pasar Musi Depok nan lokasinya tak jauh dari warung kelontongnya.

Sisanya datang dari kalangan pensiunan, penjual keliling, kuli bangunan, hingga ibu rumah tangga nan mau mengirim uang, bayar tagihan, alias tarik tunai.

Tak heran, Tatang bisa melayani transaksi dengan nominal mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta dalam satu hari. Jika diakumulasi, perputaran transaksinya bisa tembus Rp 8 miliar per bulan.

Menariknya, dia tidak pernah meningkatkan tarif di atas admin resmi BRI untuk transaksi di bawah Rp 1 juta. Ia juga enggan membulatkan biaya admin pembayaran listrik alias air demi menjaga kepercayaan pelanggannya.

"Kalau kata orang-orang nan transaksi di tempat saya, Agen BRILink saya tuh di Depok mungkin paling murah," ungkapnya.

Bagi Tatang, rahasia bertahannya upaya ini bukanlah mencari untung besar, melainkan volume transaksi nan konsisten. Selain itu, adanya aspek letak nan dekat dengan instansi unit BRI.

"Saya kan pertimbangannya satu dekat ke unit. Kedua nyetornya kan dekat, tinggal lempar nyeberang aja. Ke CRM (mesin setor tunai) deket, ke teller dekat, jadi nggak perlu ongkos tambahan," jelasnya.

9 Tahun Buka Agen BRILink, Tatang Bisa Bangun Rumah-Kuliahkan 3 AnaknyaTatang Sutardi di kediamannya di Jalan Kenanga, Depok (Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom)

Bangun Rumah dan Kuliahkan Anak

Kerja keras Tatang membuka Agen BRILink pada tahun 2017 dengan modal Rp 20 juta, sekarang telah berbuah manis. Berkah nan paling disyukurinya adalah bisa mengangkat derajat dan pendidikan keluarga.

Tatang sekarang bisa membangun rumah baru nan nyaman untuk keluarganya. Rumah lamanya sengaja dia serahkan untuk sang anak nan sudah menikah.

"Hasil dari BRILink ini ya alhamdulillah bisa bangun rumah walaupun kecil-kecilan. Anak-anak juga bisa kuliah semua. Dua sudah lulus jadi sarjana," tutur Tatang.

Anak pertamanya apalagi telah sukses menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S2 di Universitas Gunadarma dan sekarang berprofesi jadi guru. Sementara anak keduanya merupakan lulusan Universitas Nasional (Unas) nan sekarang jadi perawat, dan anak ketiganya sekarang kuliah di Banten.

"Nah, jika nan bontot sekarang baru mau masuk semester dua. Dia kuliahnya merantau agak jauh di Untirta (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa), Banten," tambahnya.

Siasat Hadapi Era Digital

Meski telah memetik kesuksesan, Tatang realistis mengakui bahwa lanskap upaya keagenan saat ini sudah jauh berubah. Baginya, masa keemasan Agen BRILink telah bergeser sejak masifnya penggunaan aplikasi mobile banking.

Jika sebelum tahun 2023 Tatang bisa melayani hingga 10.000 transaksi per bulan, sekarang jumlah tersebut menyusut hingga di kisaran 3.000 transaksi. Fenomena ini terjadi lantaran masyarakat sekarang sudah semakin melek teknologi.

"Dulu jika hari Sabtu dan Minggu, pekerja gedung bisa mengantre sampai 10 orang untuk kirim duit ke kampung laman masing-masing. Kalau sekarang mereka sudah pintar, dikumpulkan ke satu orang nan punya m-banking, lampau ditransfer dari sana," jelas Tatang menceritakan tantangannya.

Kendati demikian, Tatang tidak kehabisan akal. Kunci utamanya untuk memperkuat adalah dengan menguasai seluruh fitur nan ada di dalam mesin EDC (Electronic Data Capture) agar tidak gagap saat ada pengguna nan memerlukan jasa non-transaksional.

Kini, penopang utama pendapatan agennya beranjak ke sektor produktif, salah satunya melayani setoran para petugas PNM Mekaar. Setiap sore menjelang malam, dia bisa melayani 25 hingga 30 transaksi dari para petugas lapangan PNM.

"Petugas PNM itu duit tagihannya kudu masuk hari itu juga, tidak boleh mengendap untuk besok. Karena instansi unit bank sudah tutup sore hari, mereka larinya ke kami lantaran buka sampai jam 12 malam," kata Tatang.

Saat ditanya mengenai rencana ekspansi alias membuka bagian baru, Tatang menggelengkan kepala sembari tersenyum bijak. Menurutnya, di tengah persaingan nan semakin ketat konsentrasi terbaiknya adalah mempertahankan apa nan sudah ada.

"Bagi saya pribadi, bisa pertahankan pemasok sekarang dan lihat anak-anak sukses kuliah, itu sudah lebih dari cukup," pungkas Tatang.

9 Tahun Buka Agen BRILink, Tatang Bisa Bangun Rumah-Kuliahkan 3 AnaknyaMelayani transaksi masyarakat Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI terus memperluas jangkauan jasa keuangan. Hal ini dilakukan melalui jaringan Agen BRILink nan tersebar di wilayah Indonesia.

Menurut Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, kehadiran Agen BRILink membikin jasa finansial bank semakin dekat dan memudahkan aktivitas masyarakat. Agen BRILInk menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.

"Agen BRILink menjadi salah satu jagoan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di beragam wilayah. Jaringan ini menghadirkan jasa nan mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Sebagai informasi, berasas info dari BRI, pada akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink mencapai lebih dari 1,18 juta pemasok nan tersebar di 66.450 desa alias lebih dari 80% total desa di Indonesia. Jangkauan tersebut memperkuat peran Agen BRILink sebagai jasa finansial berbasis kemitraan tingkat desa.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance