Ilustrasi.(Magnific)
ANALISIS mendalam terhadap gambaran satelit dan video oleh BBC Verify mengungkapkan bahwa Iran telah merusak sedikitnya 20 situs militer Amerika Serikat sejak awal konflik. Temuan ini mengindikasikan bahwa skala serangan Teheran jauh lebih luas dan presisi daripada nan diakui secara publik oleh otoritas Washington.
Sejak akhir Februari, Iran dilaporkan menargetkan fasilitas-fasilitas utama di delapan negara Timur Tengah. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan senilai jutaan dolar pada sistem pertahanan udara mutakhir, pesawat pengisi bahan bakar, hingga prasarana radar.
Wilayah nan terdampak mencakup Arab Saudi, Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman. Berikut penjelasan lebih jauh.
Kerusakan Alutsista Bernilai Tinggi
Di antara kerugian paling signifikan adalah kerusakan pada tiga baterai sistem rudal antibalistik canggih di pangkalan udara Al Ruwais dan Al Sader (Emirat) serta Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. AS diketahui hanya mengoperasikan delapan baterai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di seluruh dunia. Satu unitnya menelan biaya produksi sekitar US$1 miliar (sekitar Rp17,7 triliun).
Selain sistem pertahanan udara, serangan Iran juga menghantam aset udara strategis di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Analisis master mengidentifikasi kerusakan pada pesawat pengintai E-3 Sentry nan diperkirakan mempunyai nilai penggantian hingga US$700 juta.
Data Kerugian Operation Epic Fury:
- Total perkiraan biaya Pentagon (Mei): US$29 miliar.
- Pesawat hancur/rusak: Sedikitnya 42 unit (termasuk F-15, F-35, dan 24 drone MQ-9 Reaper).
- Situs terdampak: 20 letak terverifikasi (beberapa analis menyebut hingga 28 lokasi).
Evolusi Taktik Serangan Iran
Para mahir mencatat ada pergeseran strategi militer Iran selama perang berlangsung. Dr. Kelly Grieco dari Stimson Centre menjelaskan bahwa Iran beranjak dari serangan gelombang massal nan bermaksud melumpuhkan pertahanan udara menjadi serangan nan lebih mini tetapi sangat presisi menggunakan drone murah.
"Iran telah bergeser ke salvo nan ditargetkan secara lebih tepat, mengonservasi rudal dan drone untuk sasaran berbobot tinggi dengan akibat serangan jarak dekat sekalipun dapat menyebabkan kerusakan signifikan," ujar Grieco.
Respons AS dan Pembatasan Citra Satelit
Menanggapi temuan ini, pejabat pertahanan AS menolak berkomentar dengan argumen keamanan operasional. Namun, terdapat upaya nyata untuk membatasi kajian publik setelah AS meminta penyedia gambaran satelit utama, Planet, untuk memberlakukan pembatasan tanpa pemisah waktu terhadap gambar terbaru di wilayah Iran dan sebagian besar Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataannya pada Selasa (2/6) mengeklaim bahwa Timur Tengah bukan lagi tempat nan aman bagi pangkalan Amerika. Meskipun Gedung Putih berulang kali menyatakan kekuatan militer Iran nyaris musnah, bukti-bukti di lapangan menunjukkan keahlian serangan kembali Teheran tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas jaringan pertahanan regional AS.
Kondisi ini menempatkan gencatan senjata nan rentan dalam akibat besar. Dengan stok pencegat pertahanan udara AS nan terkuras sigap dan tidak ada jalur pengisian cepat, para analis memperingatkan bahwa akomodasi AS di Teluk bakal sangat rentan jika pertempuran kembali pecah dalam skala penuh. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·