Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |19:49 WIB

Anaknya Masuk Desil 7 dan Tukang Becak 10, Purbaya: Kenapa Datanya Salah? (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menguji kecermatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pascamunculnya laporan ketidaksesuaian penetapan golongan kesejahteraan (desil). Langkah ini diambil untuk memastikan presisi info sebelum dijadikan referensi utama penyaluran program support pemerintah.
Keresahan tersebut mengemuka setelah ditemukan anomali data, di mana anak Purbaya, Yudo Achilles Sadewa terdaftar di desil 7, sementara terdapat info seorang tukang becak justru masuk ke desil 10 alias kategori paling sejahtera.
Purbaya mengaku heran lantaran proses pemutakhiran DTSEN 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dikabarkan belum sepenuhnya rampung.
"Kenapa datanya salah? Saya enggak tahu. Saya belum pernah cek dengan BPS gimana metodologinya, itu urusan mereka, mereka lebih mahir harusnya kan,” ujar Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Purbaya menilai ketepatan desil sangat krusial lantaran kesalahan pendataan berisiko membikin program perlindungan sosial menjadi tidak tepat sasaran. Ia pun menyoroti kejanggalan laporan nan diterimanya dari masyarakat.
“Apalagi katanya anak saya desil 7, nan tukang becak ada desil 10. Kan enggak bener itu. Nanti saya cek lagi,” tegas Purbaya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·