Anak Shireen Sungkar Didiagnosis Autisme di Usia 2 Tahun, Apa Gejalanya?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Keluarga Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu. Foto: Instagram/@shireensungkar

Kabar mengenai putri bungsu Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu menarik perhatian banyak orang tua. Pasalnya, sang anak, Cut Shafiyyah Mecca Al-Fatih alias nan berkawan disapa Dek Sya, baru didiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) saat berumur 2 tahun 8 bulan.

Ya, Moms, sebelumnya Shireen mengira Dek Sya hanya mengalami speech delay. Namun, seiring bertambahnya usia, mulai muncul beberapa perubahan perilaku nan membuatnya memutuskan untuk berkonsultasi lebih lanjut hingga akhirnya mendapatkan pemeriksaan autisme.

Perjalanan Shireen Menyadari Tanda Autisme pada Anak

Potret family Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu pakai baju kembaran saat Lebaran. Foto: Instagram/@shireensungkar

Di awal masa tumbuh kembang, Shireen mengungkapkan bahwa perkembangan Dek Sya terlihat normal. Meski mengalami keterlambatan bicara, putrinya tetap mengoceh, mempunyai beberapa kosakata, dan hasil skrining motoriknya juga baik.

Namun, ketika memasuki usia 2 tahun, Shireen mulai memandang perubahan nan cukup signifikan. Dek Sya lebih senang:

  • Bermain sendiri

  • Tampak tidak nyaman berada di tempat ramai

  • Sering enak-enak dengan dunianya sendiri

  • Kontak matanya semakin berkurang

  • Kosakata nan sebelumnya sudah dimiliki perlahan menghilang.

Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan dengan hasil nan berbeda, Dek Sya akhirnya didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD) pada usia 2 tahun 8 bulan.

Apakah Speech Delay Selalu Berarti Autisme?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak, dr. Herbowo Agung F. Soetomenggolo, Sp.A(K), menegaskan bahwa keterlambatan bicara tidak selalu berfaedah seorang anak mengalami autisme.

"Tidak semua speech delay adalah autisme. Bahkan, ada anak dengan autisme nan tidak terlambat bicara, tetapi keahlian komunikasi dua arah dan hubungan sosialnya tidak berkembang sebagaimana mestinya," jelas dr. Herbowo pada kumparanMOM, Rabu (1/7).

Artinya, speech delay dan autisme merupakan dua kondisi nan berbeda. Ada anak nan hanya mengalami keterlambatan bicara tanpa gangguan perkembangan lain, tetapi ada pula anak dengan autisme nan justru mempunyai keahlian bicara sesuai usianya.

Tanda Autisme Tak Hanya Dilihat dari Kemampuan Bicara

Menurut dr. Herbowo, orang tua sebaiknya tidak hanya memantau keahlian berbincang anak, tetapi juga memperhatikan perkembangan komunikasi dan hubungan sosialnya sejak dini.

Beberapa tanda nan perlu diperhatikan antara lain:

  1. Anak susah merespons saat dipanggil pada usia 12–15 bulan

  2. Jarang menunjuk untuk menunjukkan sesuatu nan menarik perhatian

  3. Kemampuan komunikasi dua arah nan belum berkembang sesuai usia

  4. Interaksi sosial nan tidak berkembang sebagaimana mestinya.

"Pada ASD ringan, tanda-tanda tersebut memang sering baru tampak lebih jelas saat anak berumur sekitar 2 tahun," katanya.

Karena itu, jika orang tua merasa ada perubahan pada keahlian komunikasi maupun perilaku sosial anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master agar tumbuh kembang anak dapat dievaluasi lebih dini. Diagnosis nan tepat bakal membantu anak memperoleh intervensi sesuai kebutuhannya sehingga perkembangan dapat dioptimalkan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan