Anak Krakatau Erupsi, Amerika-Malaysia Warning Warganya

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah kedutaan besar asing mengeluarkan peringatan kepada warganya di Indonesia menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau nan memicu sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah. Peringatan tersebut mencakup imbauan keselamatan bagi penduduk nan berada di sekitar Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.

Dari penelusuran CNBC Indonesia, peringatan dikeluarkan Kedutaan Amerika Serikat (AS) hingga Malaysia. Berikut rangkumannya Senin (7/9/2026).

Kedutaan Besar AS di Jakarta secara jelas memberi pemberitahuan "Alert" berwarna hijau lantaran "natural disaster" ke seluruh penduduk negaranya. Perwakilan Washington itu menyebut Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada malam 5 September 2026 dan menghasilkan awan abu vulkanik.

"Penumpang disarankan untuk memeriksa status penerbangan secara berkala dan menghubungi maskapai masing-masing secara langsung untuk mendapatkan info terbaru," demikian peringatan Kedutaan AS pada 6 September 2026.

Dalam pemberitahuannya, Kedutaan AS juga menyampaikan bahwa erupsi tersebut menyebabkan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim hingga pukul 09.30 WIB pada 6 September sementara Bandara Lampung ditutup hingga pukul 10.00 WIB. Warga AS nan mempunyai rencana perjalanan udara diminta memantau perkembangan info dan menghindari perjalanan maupun aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kedutaan Besar Belanda di Indonesia turut menerbitkan pembaruan keamanan mengenai abu vulkanik Anak Krakatau. Kedutaan mengingatkan bahwa abu telah dilaporkan menyebar di sejumlah wilayah Banten, Jakarta, dan sekitarnya, sehingga penduduk diminta mengambil langkah pencegahan jika terjadi hujan abu.

"Jaga jendela dan pintu anjungan tetap tertutup jika abu turun di sekitar Anda," tulis Kedutaan Belanda.

Warga juga dianjurkan menggunakan masker N95 alias KN95 ketika ke luar rumah. Warga juga diminta menghindari aktivitas luar ruangan nan tidak diperlukan selama abu tetap berada di udara.

Sementara itu, Kedutaan Filipina di Jakarta menyatakan terus memantau rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau nan dimulai sejak 4 September 2026. Kedutaan menyebut abu vulkanik telah menyebar ke wilayah barat Pulau Jawa, khususnya Banten, Jawa Barat, dan Daerah Khusus Jakarta.

"Semua penduduk kami sangat dianjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan sebisa mungkin," kata Kedutaan Filipina dalam imbauannya. Warga juga diminta menutup rapat pintu dan jendela, menggunakan masker N95 alias KN95 serta pelindung mata jika kudu berada di luar, dan memperbanyak minum air untuk mencegah iritasi pada tenggorokan.

Kedutaan Filipina juga mengingatkan warganya untuk tetap mengikuti perkembangan info dari otoritas Indonesia. Imbauan serupa dari sejumlah perwakilan asing tersebut dikeluarkan seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Anak Krakatau dan potensi akibat abu vulkanik terhadap kesehatan serta mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, kedutaan Malaysia merilis warning-nya Senin pagi ini. Malaysia meminta warganya khususnya nan menjadi penumpang di Bandara Soekarno Hatta menyimak terus agenda penerbangan mereka dan mencari alternatif.

"Pelawat penduduk negara Malaysia juga dinasehati untuk mengikuti perkembangan mengenai situasi ini dan mematuhi patokan otoritas terutama dalam menghadapi sebaran abu vulkanik aktivitas letusan gunung berapi," tulis kedutaan di akun IG @myembjkt.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News