Di media sosial, kehidupan anak kos sering terlihat estetik: bangun pagi, olahraga, lampau produktif seharian. Namun, bagi sebagian besar anak perantauan, realitanya jauh dari gambaran tersebut. Produktivitas justru kerap berubah menjadi beban mental baru di tengah bilik sempit ukuran 3x3 meter. Pertanyaannya, apakah kita betul-betul mau menjadi produktif, alias kita hanya sedang terperangkap dalam romantisasi hustle culture nan melelahkan?
Kamar Kos nan Menjelma Menjadi Penjara Produktivitas
Banyak tips produktivitas menyarankan untuk memisahkan ruang kerja dan ruang tidur. Namun, gimana jika bilik kos hanya cukup untuk satu kasur dan satu lemari? Di sinilah terlihat bias kelas dalam saran-saran produktivitas nan beredar di internet. Kita dipaksa tetap konsentrasi di ruang nan semestinya menjadi tempat rehat satu-satunya. Masalahnya bukan semata pada niat, melainkan pada lingkungan nan memang tidak dirancang untuk mendukung kesehatan mental penghuninya.
No Viral, No Justice, No Rest?
Ada tekanan sosial nan lembut tetapi kuat: anak kos kudu selalu “menghasilkan sesuatu”. Saat memilih tak bersuara alias beristirahat di akhir pekan, rasa bersalah justru muncul. Di sisi lain, sistem pendidikan dan bumi kerja menuntut produktivitas tanpa henti, sementara biaya hidup di tanah rantau semakin mencekik. Dalam kondisi ini, anak kos seolah dipaksa menjadi “mesin” demi memperkuat hidup (survive), bukan lagi untuk berkembang. Produktivitas bukan lagi pilihan, melainkan tuntutan nan kerap mengabaikan kondisi mental individu.
Mengembalikan Hak untuk “Tidak Melakukan Apa-Apa”
Menjadi produktif memang penting, tetapi kesadaran bakal pemisah diri jauh lebih krusial. Kita perlu berakhir merasa bersalah saat memilih untuk tidak melakukan apa-apa, terutama di waktu istirahat. Produktivitas nan dipaksakan hanya bakal berujung pada burnout. Sudah saatnya kehidupan kos tidak lagi dilihat sebagai arena perlombaan, melainkan sebagai ruang untuk bertumbuh—termasuk belajar mengenal diri tanpa tekanan standar orang lain.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·