Anak Buah Tito Karnavian Langsung Minta Maaf Usai Bilang Kata-Kata Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti pergerakan nilai pangan nan tetap tetap jadi momok. Padahal, rapat pengendalian inflasi nan melibatkan lintas sektor dan semua kepala daerah, sudah berlansung selama 163 kali, sejak dimulai tahun 2022 silam.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir apalagi dengan keras memperingatkan Kepala-Kepala Daerah akibat lonjakan nilai pangan nan tak terkendali.

Padahal, tukasnya, Indonesia adalah negara hebat. Di mana, ketika banyak negara meningkatkan nilai BBM akibat lonjakan nilai minyak dunia, Indonesia justru bertahan.

"Saya mau memberikan gambaran, negara kita ini cukup tangguh. Kalau mau diakui, jika dahsyat ya hebat. Itu bukti nan tidak bisa dibantah. Kita lihat nilai BBM tetap Rp9.300, Singapura Rp53.000 per liter," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, ditayangkan kanal Youtube Kemendagri, Senin (13/4/2026),

"Kepala wilayah Forkompinda, Kementan, Kemendag coba lihat, begitu hebatnya negara kita. Tapi, urusan cabai, urusan bawang, nggak selesai-selesai," tukas Tomsi.

Dia pun menyoroti daerah-daerah nan mengalami lonjakan nilai bawang merah nan signifikan di pekan kedua bulan April 2026 ini. Seperti di Kabupaten Gunung Mas mengalami lonjakan nilai bawang merah sampai 57,52%, di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan naik 44,58%, apalagi di Kabupaten Supiori melejit sampai 92,77%.

"Pertanyaan kita tentunya apakah bawang merah memang tidak bisa tumbuh di sana? Kalau memang bisa, melalui BUMD saja, ditanam, nggak terlalu luas lah untuk masyarakatnya sendiri, agar jangan beli mahal-mahal. Atau ajak pihak ketiga. Kalau naik tinggi gini pasti untung, nilai normal saja untung," cetusnya.

Juga, kenaikan nilai cabe rawit merah nan sampai 203,44% di Kabupaten Kepulauan Aru, lampau di Kabupaten Supiori naik 124,17%, dan di di Kabupaten Maluku Tenggara melonjak 163,16%.

"Bapak Ibu sekalian, nan namanya nanam cabai, di pot lah, kita tanam, kita siram tinggal tidur, tumbuh. Kalau nggak percaya tanya Kementan. Tanam bijinya, siram, tinggal tidur saja tumbuh," ucapnya.

"Jadi jika ada nan mengatakan kesulitan teknis, saya heran. Kalau masyarakat di wilayah tahu dan doyan makan cabai, cobalah usaha
coba pikirkan, ada rasa bertanggung jawab sedikit. Sudah fans cabe kemudian tidak menanam cabai," sambungnya.

Padahal, imbuh dia, daerah-daerah nan selama ini fans cabe adalah daerah-daerah nan sama juga. Mulai dari seluruh seluruh Sumatra, Sulawesi Utara, dan sebagian Indonesia Timur.

"Apakah kita tidak mengerti kebutuhan masyarakat kita? 'Sulit tanam cabe rawit, pak.'Kan saya sudah bilang tanam bibitnya, taruh bibitnya di pot, tinggal tidur. tumbuh dia. Gitu loh," kata Toms.

"Mohon maaf jika saya sampai bilang seperti ini. Kenapa? Ini persoalan klasik, itu-itu terus. Kita selalu berhadapan kita dengan cabai, bawang. Padahal di bumi internasional kita lihat gimana ketangguhan negara kita. nan lain harganya naik kita nggak naik tuh BBM," ujarnya.

Jika pemerintah meningkatkan nilai BBM, ucapnya, bakal memicu lonjakan hara-harga semua barang.

"Karena semua peralatan diangkut pakai kendaraan. Pesawat, truk, pikap, apa pun, semua pakai BBM. Dengan tidak ada kenaikan itu, Bapak Preside memberi kebijakan nan tentunya dengan segala risiko. Jadi, kita nan di bawah in, urusan kecil-kecil gini cobalah kita untuk mengatasiya. Kami minta kesadarannya dalam perihal seperti ini," kata Tomsi.

"Saya tidak berambisi ada zoom separuh bilik untuk mengulang lagi, membahas cabai,bawang merah. Mohon maaf Bapak Ibu sekalian, kita semua sangat mengerti dan sekolah kita tingi-tinggi. Masa kudu ada lagi zoom separuh bilik untuk wilayah nan tadi nilai bawang dan cabainya naik tinggi," ujarnya.

Tomsi pun mengingatkan semua Kepala Daerah dan jajarannya memahami kebutuhan di wilayahnya dan tidak cari alasan. Demi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

"Karena kita makan 3 kali sehari. Kalau bangun jalan, belum tentu lewat jalan itu 3 kali sehari. Karena itu konsentrasi utama tolong betul-betul diperhatikan. Tidak ada argumen berangkaian anggaran kecil. Ya tanam sedikit aja. Ini itu. Mudah-mudahan dari Kementan juga ada solusi," kata Tomsi.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol  Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan layar Youtube Kemendagri)Foto: Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan layar Youtube Kemendagri)
Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan layar Youtube Kemendagri)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News