Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menolak istilah merger alias penggabungan partainya dengan Partai Gerindra dalam laporan majalah Tempo nan dirilis pada Minggu (12/4). Ia menyebut Paloh menawarkan blok politik.
Menurut Willy, Ketua Umum Partainya, Surya Paloh menawarkan political block alias kerja sama antar partai. Dia mengkritik penggunaan istilah merger sebagai pihak nan miskin literatur politik.
"Lihat apa sih referensi kita. Pak Surya tuh orang nan concern terhadap situasi politik kita. Apa referensi kita berpolitik? Itu Political Block. Ini orang nan membahas ini miskin, saya katakan, miskin literatur politiknya. Maka dia pakai istilah merger," ujar Willy di kompleks parlemen, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komisi bagian HAM DPR itu menyebut penggunaan istilah merger sebagai corak pendiskreditan terhadap NasDem dan Gerindra. Menurut dia, mereka tak mempunyai keahlian dalam literatur politik.
Willy menjelaskan, Indonesia selama ini hanya mengenal istilah koalisi. Padahal, koalisi hanya dipakai dalam proses kandidasi, dan tidak digunakan dalam pemerintahan lantaran Indonesia menganut sistem presidensial.
"Pemerintahan koalisi itu dikenal di dalam parlementer. Nih, baca, iqra' makanya. Nah, apa nan ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah Political Block. Blok politik, bukan merger," katanya.
Menurut Willy, political block merupakan mesin politik untuk menyatukan sebuah visi dan cita-cita menjadi satu tarikan nafas. Kerja sama tersebut tidak didasarkan secara transaksional.
"Nah, kita memerlukan sebuah Political Block nan solid dari atas sampai ke bawah. Gitu Bos. Pemahamannya jangan merger dong. Ini orang nan nggak baca, orang nan nggak mempunyai literatur politik," ujarnya.
Willy menyebut bahwa Indonesia mempunyai sejarah fusi partai saat partai-partai Islam diunifikasi menjadi PPP dan nasionalis menjadi PDI. Contoh political block juga bisa dilihat dari Golkar nan dibentuk melalui Sekretariat Bersama antara tiga organisasi, ialah Kosogor, Soksi, dan MKGR.
Political Block juga dilakukan Bung Karno lewat dekrit Front Nasional. Artinya, kata Willy, Indonesia mempunyai dua sejarah political block.
"Satu dulu Bung Karno menamakan ketika dia mengeluarkan dekrit itu namanya Front Nasional nan berjulukan Nasakom itu. nan kedua Golongan Karya itu sebelumnya Sekber Golkar. Itu Political Block," kata Willy.
"Jadi orang-orang nggak mengerti gimana politik bekerja. Dia mensimplifikasi, mendiskreditkan, sehingga dia menafsirkan semena-mena aja gitu," imbuhnya.
Senada, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa mengatakan hingga saat ini belum ada obrolan serius soal wacana penggabungan alias merger partainya dengan Gerindra. Saan tak membantah rumor tersebut. Namun, dia menyebutnya dengan istilah lain, ialah fusi.
"Kita apalagi belum, belum ada perihal nan unik mengenai dengan fusi itu. Dan saya percaya di apa tempat lain juga sama. Karena kita sekarang tetap konsentrasi mengonsolidasikan apa internal kita," ujar Saan di kompleks parlemen.
Wakil Ketua DPR RI itu mengaku kaget dengan wacana penggabungan partainya nan merujuk pada laporan Majalah Tempo nan terbit pada Minggu (12/4).
Saan mengaku juga tak tahu menahu soal berita pertemuan Ketua Umumnya, Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto membahas wacana merger.
"Secara persis saya enggak mengerti ya lantaran kan jikalau terjadi pertemuan saya kan enggak ikut. Apa agendanya saja kan tidak tahu," ujar Saan.
Namun, Saan menilai wacana itu sebagai perihal nan lumrah. Apalagi, Indonesia pernah melewati masa saat sejumlah partai digabung menjadi satu di awal pemerintahan Orde Baru pada 1973.
Namun, untuk betul-betul terjadi, Saan menyebut ada banyak aspek nan perlu dipertimbangkan, mulai dari ideologi, idealisme, hingga cita-cita bersama.
"Dan sekali lagi buahpikiran pendapat wacana mengenai dengan fusi itu perihal nan biasa sebagai sebuah wacana sebagai sebuah buahpikiran sebagai sebuah gagasan. Tinggal kelak gimana ketika dikontekstualisasikannya banyak perihal nan perlu dipikirkan," ujar Saan.
(thr/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·