Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah bakal memperkuat peran BUMN untuk mengembalikan kejayaan sektor pangan nasional. Langkah ini dilakukan guna mengejar produksi sejumlah komoditas strategis nan selama ini tetap berjuntai pada impor.
"BUMN, termasuk Bulog kudu kita perkuat ke depan. Jadi ini kan kita kejar lagi, susu dengan daging kan satu paket. Kedelai, bawang putih ini kita lagi kejar," kata Amran kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan skema agar BUMN tidak hanya berkedudukan sebagai offtaker, tetapi juga terlibat langsung dalam produksi pangan, termasuk untuk komoditas bawang putih dan kedelai.
"BUMN. Nanti kita rancang. Saya sementara rancang.. Bawang putih BUMN ikut menanam, kedelai juga," ujarnya.
Kendati demikian, Amran enggan merincikan lebih perincian kapan sekiranya BUMN bakal didorong untuk ikut menanam dua komoditas strategis tersebut. "Tapi kelak lagi (saya sampaikan)," ucap dia.
Menurutnya, penguatan peran BUMN ini menjadi bagian dari upaya menutup celah persoalan tata niaga nan selama ini memicu anomali di pasar. Ia menyoroti kondisi di mana Indonesia tetap mengimpor gula, namun di saat nan sama produksi gula dalam negeri justru tidak terserap optimal.
"Kita upayakan, agar jangan terjadi seperti kemarin. Aneh kan? Bin ajaib negeri gini. Kita impor gula, tapi gula dalam negeri tidak bisa laku. Menurut Anda ada apa? Ada anomali kan. Kalau ada anomali ada apa di situ? Permainan, mafia," tegasnya.
Amran juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah kebocoran dalam pengedaran dan tata niaga pangan. Ia apalagi meminta publik turut mengawasi dan melaporkan jika menemukan pelanggaran.
"Harus disiplin sekarang. Tapi nan terpenting jika ada lagi bocor, tolong beritakan deh. Kita langsung tindak tegas," ujar Amran.
Ia memastikan, pemerintah tidak bakal ragu menjatuhkan hukuman tegas terhadap pelaku nan merugikan masyarakat. Penindakan norma apalagi sudah dilakukan di sejumlah daerah.
"Di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan itu langsung dipidana.. Nggak ada ampun. nan menzalimi rakyat, selama kami tetap menteri, itu nggak ada ampun," pungkasnya.
(wur/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·