All-Stars Surabaya sukses meraih juara tiga di arena MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026. Skuad asal Jawa Timur itu menang tipis 1-0 atas All-Stars Yogyakarta.
Laga perebutan tempat ketiga ini melangkah seimbang. All-Stars Surabaya menggempur pertahanan All-Stars Yogyakarta sejak menit awal babak pertama.
Namun, pertahanan All-Stars Yogyakarta susah untuk ditembus.
All-Stars Surabaya sukses mencetak gol lebih dulu lewat Agnia Nurul Fadhila Rohman pada menit ke-23. Setelah tertinggal, All-Stars Yogyakarta berupaya mengejar ketertinggalan. Namun, beragam kesempatan nan diciptakan All-Stars Yogyakarta belum berbuah gol.
Gol semata wayang nan diciptakan oleh Agnia Nurul Fadhila Rohman itu sekaligus mengantarkan skuadnya meraih tempat ketiga. Sedangkan All-Stars Yogyakarta berkuasa atas ranking keempat di arena MLSC Soccer Challenge All-Stars 2026 ini.
Pelatih All-Stars Surabaya, Sai Dong mengaku berterima kasih dengan raihan ranking ketiga. Ia mengapresiasi skuadnya tetap antusias untuk bermain usai di babak semifinal kemarin takluk dari All-Stars Kudus dengan skor 2-1.
"Saya berterima kasih anak-anak tetap punya semangat ketika kemarin sudah kalah. Bukan perihal nan mudah bagi saya untuk membangkitkan mereka tetapi mereka punya tekad nan sama. Saya juga memandang anak-anak bisa menjalankan apa gameplay nan kami harapkan," katanya, Minggu (28/6).
Ia berterima kasih anak-anak bisa menjalankan gameplay dengan baik. Mulai dari menyerang, permainan di lini tengah maupun saat bertahan.
"Termasuk kiper juga bermain bagus. Untuk kiper kami di babak pertama dan saya lihat tadi cukup melakukan perlawanan," terangnya.
Di sisi lain, pihaknya senang dengan performa tim peserta nan mempunyai kekuatan merata. Menurutnya perihal itu terlihat dari hasil pertandingan nan kerap berakhir dengan skor tipis.
"Hampir setiap tim mempunyai kekuatan nan merata. Kalau kami lihat skornya banyak nan skor tipis saja. Hanya satu dua tim saja nan memang tetap tertinggal. Itupun bisa dipahami dan dimaklumi lantaran mereka baru ikut dan persiapannya lebih pendek," ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas tim nan bertanding begitu bagus. Dia berambisi penyelenggaraan ini di tahun depan dapat lebih bagus lagi.
"Saya rasa secara kualitas cukup bagus. Tetapi saya berambisi dengan bertambah usia tahun depan bakal jauh lebih bagus lagi," ujarnya.
Di lain sisi, dia berterima kasih kepada Djarum Foundation nan telah menyelenggarakan event ini. Ajang MLSC Soccer Challenge All-Stars ini diyakini olehnya sebagai wadah nan bagus untuk perkembangan sepak bola putri.
"Ini event nan luar biasa. Bagi saya itu suatu perihal nan baik untuk perkembangan sepak bola wanita. Sehingga sepak bola wanita pun layak naik ke atas dan mengharumkan bangsa ini," imbuhnya.
Pemain All-Stars Surabaya, Locita Waranggani Olah Nismara mengaku senang bisa mendapatkan musuh seimbang. Sebab, momentum ini dapat menjadi pengalaman, terutama ketika ditekan tim musuh saat bertanding.
"Untuk teman-teman terima kasih sudah bisa berjuang bersama. Pencapaian juara tiga sudah bagus. Hal nan perlu diperbaiki permainan lebih sigap lagi gitu," imbuhnya.
Sementara itu, Pelatih All-Stars Yogyakarta, Tri Wulandari menyampaikan, All-Stars Surabaya memang lebih siap di laga ini. Akan tetapi, skuadnya tidak patah semangat. Bahkan sudah berjuang mati-matian.
"Surabaya memang lebih siap, lebih beruntung, dan tim Jogja juga tidak patah semangat. Anak-anak sudah berjuang mati-matian. Hasil memang belum sesuai dengan angan kita," katanya, Minggu (28/6).
Ia mengapresiasi penyelenggaraan MLSC All-Stars ini. Dari arena ini memberikan akibat positif bagi semua sektor.
"Saya sendiri mengalami perjalanannya. Mulai coaching clinic-nya guru-guru sekolah dasar, mereka diajari untuk melatih anak-anak putri di sekolah dari nol. Bahkan diadakan kompetisi. Anak-anak nan bertalenta dijadikan satu di extra training. Akhirnya kami berada dipertandingkan di All-Star ini. Menurut saya sangat bagus dan semoga perihal seperti ini berkepanjangan dan berjenjang," jelasnya.
Tri Wulandari berterima kasih kepada Djarum Foundation nan telah menggelar arena ini. Menurutnya tim nan berkompetensi di arena ini begitu kompetitif.
"Di tahun ini semua tim kompetitif, pertandingan sangat bagus dan menarik. Tetapi menurut saya ada nan kudu dievaluasi dari putaran pertandingan. Di sini kami bermain dengan agenda nan sangat padat. Tiap hari main, recovery juga kurang, apalagi untuk usia anak-anak. Keselamatan adalah di atas segalanya," ujarnya.
Pemain All-Stars Yogyakarta, Aqilla Azahra Putri Yuana tetap antusias dengan hasil ini. Ia pantang menyerah dan bakal terus berjuang.
"Kami kudu tetap semangat pantang menyerah untuk berjuang lagi. Kekalahan bukan berfaedah berakhir berjuang. Enggak boleh pantang menyerah," ucapnya.
Pengalaman dari bermain sepak bola putri ini begitu banyak baginya. Mulai dari penyesuaian dengan tim hingga mencetak gol.
"Pengalaman nan paling berbobot ikut ini kudu beradaptasi sama tim baru. Saya senang banget di sini bisa cetak gol," imbuhnya.
Pada siang hari ini, Minggu (28/6) pukul 14.00 WIB bakal digelar partai final antara All-Stars Kudus menghadapi All-Stars Jakarta. Partai puncak MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 ini bakal digelar pukul 14.00 WIB di Stadion Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Diketahui, kedua tim belum pernah berjumpa di arena ini. All-Stars Kudus menyandang status juara bertahan. Sedangkan All-Stars Jakarta bisa mengukir juara baru andaikan bisa memenangkan laga final nanti.
****
Seluruh pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars dapat disaksikan langsung secara cuma-cuma di Supersoccer Arena, Kudus alias melalui live streaming di YouTube kumparan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·