Jakarta, CNBC Indonesia - Aljazair secara mendadak memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis, setelah menuding Abu Dhabi melakukan serangkaian tindakan nan dianggap "provokatif alias bermusuhan".
Aljazair tidak merinci secara spesifik tindakan apa nan menjadi pemicu keputusan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Aljazair menyatakan langkah itu diambil setelah seluruh upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral dinilai tidak lagi membuahkan hasil.
"Tindakan UEA telah mencapai titik nan tidak dapat lagi diterima alias ditoleransi," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Aljazair, dikutip oleh instansi buletin Reuters, Sabtu (12/9/2026).
Ketegangan antara Aljazair dan UEA sebenarnya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Media Aljazair berulang kali mengkritik Abu Dhabi dan menuduhnya berupaya memicu perpecahan di kawasan. Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune juga pernah menyebut bahwa hubungan Aljazair dengan negara-negara Teluk umumnya tetap melangkah baik - selain dengan satu negara, nan secara tersirat merujuk kepada UEA.
Tanggapan UEA
Sementara itu, pihak UEA menyatakan berambisi keputusan pemutusan hubungan tersebut hanya berkarakter sementara. UEA menegaskan tetap berkomitmen menjaga hubungan antar-masyarakat kedua negara serta kepentingan bersama.
"Kementerian Luar Negeri menegaskan apresiasi UEA terhadap rakyat Aljazair nan bersaudara, serta kebanggaannya atas ikatan nan menyatukan kedua bangsa," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.
Penasihat Diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, merespons melalui media sosial X dengan menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam diplomasi. Menurutnya, hubungan antarnegara semestinya dibangun atas dasar rasionalitas, komunikasi, dan kejelasan kepentingan - bukan atas dasar teka-teki dan isyarat nan memerlukan penafsiran.
Penutupan Wilayah Udara
Perseteruan ini juga merembet ke sektor penerbangan. Aljazair bakal menutup wilayah udaranya bagi seluruh pesawat sipil maupun militer nan terdaftar di UEA, bertindak mulai Jumat (11/9). Namun, penerbangan komersial UEA nan saat ini beraksi dari dan menuju ibu kota Aljir tetap dikecualikan dan diperbolehkan melangkah hingga akhir tahun 2026, saat masa perjanjian nan bertindak saat ini berakhir.
Akar Perselisihan
Perseteruan kedua negara tak lepas dari perbedaan posisi dalam sejumlah rumor regional:
- Isu Israel - Aljazair menentang normalisasi hubungan dengan Israel, sedangkan UEA telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham pada tahun 2020.
- Isu Sahara Barat - UEA mendukung klaim kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat, sedangkan Aljazair mendukung kemerdekaan wilayah tersebut melalui Front Polisario.
- Pengaruh di area Sahel - UEA memperluas hubungan dengan sejumlah pemerintah di area Sahel, sementara hubungan Aljazair dengan negara-negara tetangganya di selatan justru memburuk pasca-serangkaian kudeta militer.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Aljazair juga telah memulai proses pembatalan perjanjian jasa penerbangan dengan UEA nan sebelumnya telah ditandatangani pada Mei 2013.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·