Aliansi BEM Persatuan Indonesia Serukan Demokrasi Berbasis Dialog

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Aliansi BEM Persatuan Indonesia Serukan Demokrasi Berbasis Dialog Aksi tenteram BEM lintas kampus di Jakarta .(Ist)

SEKITAR 100 mahasiswa dari puluhan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas kampus se-Indonesia nan tergabung dalam BEM Persatuan Indonesia menggelar tindakan tenteram di area Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6).

Aksi nan mengusung tema Persatuan, Perjuangan untuk Keadilan, Demokrasi dan Masa Depan Indonesia, ini menyoroti sejumlah dinamika nasional, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga stabilitas ekonomi.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi penyelenggaraan negara serta maraknya disinformasi di masyarakat. 

Sebagai bentuk tanggung jawab intelektual, aliansi ini mendesak agar ruang kerakyatan dirawat dengan perbincangan dan argumen nan terukur, bukan dengan provokasi alias pembungkaman.

SOROTI PROGRAM STRATEGIS
Perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan corak kepedulian nyata terhadap arah kemajuan bangsa, bukan sekadar menyampaikan kritik tanpa dasar.

“Kami memandang banyak program pemerintah mempunyai tujuan nan sangat baik, seperti makan bergizi cuma-cuma nan menjadi fondasi menyiapkan Generasi Emas 2045. Namun, tujuan mulia tersebut kudu diimbangi dengan tata kelola nan rapi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak terjadi penyimpangan alias pemborosan anggaran,” ujar Hikmah.

Ia menambahkan, pertimbangan menyeluruh terhadap program strategis nasional sangat krusial agar pelaksanaannya tetap berpijak pada prinsip good governance dan peraturan perundang-undangan nan berlaku.

“Kami mau memastikan setiap rupiah nan berasal dari duit rakyat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan golongan tertentu,” tegasnya.

TOLAK PERSEKUSI
Di sisi lain, perwakilan aliansi dari Universitas Ibnu Chaldun, Ikhsan Buyung Kalean, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kerakyatan dan persatuan di tengah perbedaan pandangan politik.

“Kami mengecam keras segala corak persekusi alias pembatasan ruang diskusi. Demokrasi itu tumbuh lewat perbincangan dan pertukaran pikiran, bukan dengan menutup pendapat nan berbeda,” kata Ikhsan.

Selain menyoroti kebebasan berpendapat, Ikhsan juga meminta pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai kebutuhan pokok dan BBM bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat. Ia pun secara unik menantang pejabat publik untuk membuka ruang obrolan nan transparan mengenai kebijakan negara.

LIMA POIN SIKAP RESMI
Sebelumnya, aliansi mahasiswa ini telah merumuskan lima poin sikap resmi sebagai pedoman tuntutan mereka, di antaranya:

  •     Evaluasi Menyeluruh: Mendorong pertimbangan total terhadap keahlian lembaga dan program strategis pemerintah.
  •     Kebebasan Berpendapat: Menjamin perlindungan ruang kondusif bagi masyarakat untuk bersuara.
  •     Stabilitas Ekonomi: Memulihkan dan menjaga stabilitas nilai pangan serta BBM subsidi.
  •     Edukasi Informasi: Mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh buletin hoaks alias menyesatkan.
  •     Jembatan Aspirasi: Meminta pejabat publik aktif mendengar dan merealisasikan aspirasi rakyat.

Terkait program makan bergizi gratis, BEM Persatuan Indonesia menyatakan sikap berasas kajian mendalam: mendukung keberlanjutan program demi pemenuhan gizi dasar, namun dengan syarat absolut perbaikan sistem penyelenggaraan secara komprehensif. (P-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia