Niko Prayoga
, Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |12:05 WIB

Semangka punya kadar glikemik nan tinggi. (Foto: Freepik)
SEMANGKA jadi salah satu buah nan difavoritkan banyak orang lantaran dikenal menyegarkan dan kaya kandungan air. Namun ternyata, untuk penderita diabetes, konsumsi buah semangka rupanya perlu dibatasi.
Pasalnya, semangka mempunyai indeks glikemik nan cukup tinggi nan berfaedah dapat memicu kenaikan gula darah lebih sigap setelah dikonsumsi. Karena itu, penderita glukosuria disarankan lebih bijak dalam mengatur porsi makan semangka agar kadar gula darah tetap terkontrol.

1. Hindari Semangka
Semangka menjadi salah satu buah nan sangat digemari lantaran warnanya nan mencolok serta terlihat segar dengan kadar air nan cukup tinggi. Semangka pun bisa meredakan dahaga di panas terik siang hari.
Namun, perihal itu tidak bertindak bagi penderita diabetes. Bukan tanpa argumen ada kandungan dalam semangka nan patut dihindari oleh penderita glukosuria khususnya kadar gula serta indeks glikemik nan dinilai tinggi.
Lalu berapa kadar gula dan indeks glikemik dalam semangka? Melansir dari WebMD, buah semangka mengandung banyak sekali vitamin dan nutrisi bagi tubuh. Salah satunya seperti vitamin C nan berfaedah krusial dalam pembentukan kolagen serta menyerap unsur besi. Selain itu, semangka juga sangat bagus untuk menghidrasi tubuh lantaran kadar airnya nan cukup tinggi.
Kandungan lainnya nan ada dalam semangka di antaranya adalah vitamin A, B5, magnesium serta kalium. Tak hanya itu, semangka juga mengandung 36 kalori, 0,9 gram protein, 0,2 gram lemak, 11,6 gram karbohidrat, 0,6 gram serat dan nan paling krusial adalah 9,5 gram gula dalam satu cangkir semangka mentah.
Kandungan gula ini nan kudu diwaspadai terutama bagi penderita diabetes. Sebab, kadar gula dalam semangka cukup tinggi bagi mereka penderita glukosuria nan wajib mengontrol asupan kadar gula mereka.
24 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·