Aksi Plogging di Bali Kumpulkan 100 Kg Sampah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Aksi Plogging di Bali Kumpulkan 100 Kg Sampah Aksi plogging di area pesisir Petitenget, Bali.(MI/HO)

KAWASAN pesisir Petitenget, Bali, menjadi saksi kerjasama nyata antara style hidup sehat dan kepedulian lingkungan. Melalui inisiatif berjudul "Pure Path: Plogging for a Better Future", AMOREPACIFIC Indonesia sukses mengumpulkan lebih dari 100 kilogram sampah melalui tindakan plogging—kegiatan joging sembari memungut sampah.

Kegiatan ini melibatkan sinergi antara tenaga kerja perusahaan, penduduk lokal, serta mitra lingkungan Malu Dong Foundation. Fokus utamanya adalah mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui aktivitas sederhana nan dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Filosofi Kecantikan dan Lingkungan

President Director AMOREPACIFIC Indonesia, Kyuho Lee, menegaskan bahwa konsep kecantikan nan diusung perusahaan sekarang meluas hingga ke ranah pelestarian alam. Menurutnya, merawat diri dan merawat bumi adalah dua perihal nan kudu melangkah beriringan.

“Kecantikan sejati itu lebih dari sekadar perawatan diri, dia mencerminkan gimana kita menjaga lingkungan di sekitar kita. Melalui Pure Path, kami mau menjadikan tindakan peduli lingkungan sebagai bagian dari style hidup nan alami dan menyenangkan,” ujar Kyuho Lee.

Program ini merupakan kelanjutan dari peta jalan keberlanjutan perusahaan nan telah dimulai sejak tahun-tahun sebelumnya, termasuk tindakan bersih sungai dan restorasi ekosistem.

Ringkasan Aksi Pure Path: Plogging for a Better Future

Komponen Kegiatan Detail Informasi
Lokasi Kawasan Petitenget, Bali
Volume Sampah Terkumpul Lebih dari 100 Kilogram
Mitra Strategis Malu Dong Foundation
Dukungan Dana Hibah Rp100.000.000
Prinsip Utama Plogging + Care + Impact

Dukungan untuk Komunitas Lokal

Sebagai corak komitmen jangka panjang, AMOREPACIFIC Indonesia juga menyalurkan support biaya sebesar Rp100 juta kepada Malu Dong Foundation. Organisasi nan telah berkecimpung selama 17 tahun ini bakal menggunakan biaya tersebut untuk memperluas program edukasi dan penjangkauan masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Pendiri Malu Dong Foundation, Komang Sudiarta, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa perubahan lingkungan nan signifikan selalu dimulai dari tindakan nyata perseorangan nan kemudian menjadi budaya kolektif.

“Inisiatif seperti Pure Path membantu membangun budaya di mana kepedulian lingkungan melebur menjadi bagian dari style hidup sehari-hari. Dengan support ini, kami dapat menciptakan akibat nan lebih luas di beragam daerah,” kata Komang.

Melalui semangat ini, diharapkan tindakan sederhana seperti plogging dapat menginspirasi lebih banyak organisasi untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan nan lebih hijau dan berkelanjutan. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia