Masyarakat di Desa Ilan Batu Uru, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sekarang dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh setelah PLN membangun prasarana kelistrikan melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Peningkatan jumlah pengguna PLN tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga didorong oleh beragam program pemerataan akses listrik, seperti Lisdes, Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM, serta program Light Up The Dream (LUTD) nan didanai melalui bantuan pegawai PLN.(PLN)
Suasana penggilingan padi di Petang, Badung, Bali, nan memanfaatkan pasokan listrik dari PLN. Pertumbuhan jumlah pengguna PLN terjadi di beragam segmen, termasuk sektor industri nan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan listrik untuk mendukung aktivitas upaya dan produksi.(PLN)
BAGI jutaan family di Indonesia, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghadirkan kehidupan nan lebih produktif. PT PLN (Persero) terus memperluas akses daya hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati faedah listrik secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut tercermin dari bertambahnya 3,3 juta pengguna baru sepanjang tahun 2025, sehingga total pengguna PLN mencapai 96,2 juta. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui beragam program ekspansi akses listrik, seperti Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta program Light Up The Dream (LUTD) nan didanai dari bantuan pegawai PLN.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari support Pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam memperluas akses daya nan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pembangunan prasarana nan berkeadilan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Dukungan Pemerintah nan kuat menjadi fondasi krusial bagi PLN untuk menjalankan mandat menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan.
Selain memperluas akses energi, bertambahnya jumlah pengguna turut memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan penyambungan pengguna nan tercatat sebesar Rp2,24 triliun pada 2025, alias tumbuh 28,4% dibandingkan 2024.
Pertumbuhan jumlah pengguna PLN terjadi di beragam segmen, di mana pengguna rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan peningkatan 2,74 juta pengguna alias sekitar 3,2% secara year on year (YoY), dari 84,66 juta menjadi 87,40 juta pelanggan.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi mendorong peningkatan pengguna pada segmen upaya sekitar 8,8% YoY, dari 5,15 juta menjadi 5,60 juta pelanggan. Sementara itu, jumlah pengguna industri meningkat sekitar 18,6% YoY, dari 253 ribu menjadi 300 ribu pelanggan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan daya untuk mendukung aktivitas produksi dan pengembangan industri nasional.
"Peningkatan jumlah pengguna ini menjadi parameter tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan bumi upaya di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan prasarana kelistrikan telah dimanfaatkan oleh beragam lapisan masyarakat,” imbuh Darmawan.
Tak hanya itu, segmen sosial meningkat sekitar 4% dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pengguna dan segmen pemerintah meningkat dari 629 ribu menjadi 659 ribu pengguna alias meningkat sekitar 4,8% berkah bertambahnya sambungan listrik di akomodasi sosial maupun jasa publik.
“Ke depan, PLN bakal terus memperkuat prasarana kelistrikan, memperluas akses energi, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik guna mendukung pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi nan inklusif dan berkepanjangan di seluruh Indonesia,” tutup Darmawan. (RO/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·