Akses Air Bersih di Desa Sajen dan Konga Raih Pengakuan Internasional

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Akses Air Bersih di Desa Sajen dan Konga Raih Pengakuan Internasional Penguatan akses air bersih dan sanitasi inisiasi PT SMI mendapat penghargaan Asian Water Awards 2026.(SMI)

Penguatan akses air bersih dan sanitasi di dua desa di Indonesia mendapat pengakuan internasional melalui arena Asian Water Awards 2026. Dua program nan didukung PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) alias PT SMI di Desa Sajen, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dan Desa Konga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meraih penghargaan untuk kategori pengelolaan air berbasis masyarakat serta penyediaan air bersih dan sanitasi.

Dalam arena tersebut, program di Desa Sajen memperoleh penghargaan Community-Based Water Project of the Year-Indonesia, sedangkan program di Desa Konga meraih Water Sanitation Initiative of the Year-Indonesia.

Penghargaan nan diselenggarakan Asian Power Magazine itu diberikan kepada proyek, inisiatif, dan perusahaan nan dinilai berkontribusi terhadap pengelolaan air, konservasi, serta keberlanjutan di area Asia. Namun, di luar pengakuan tersebut, akibat program terhadap masyarakat menjadi salah satu aspek krusial untuk memandang faedah pembangunan prasarana air bersih.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan nan memberikan faedah bagi masyarakat.

“Bagi PT SMI, pembangunan prasarana dapat menghadirkan faedah nan nyata dan berkepanjangan bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Reynaldi, pengembangan prasarana air tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan akomodasi fisik. Upaya tersebut juga perlu disertai penguatan kelembagaan pengelola, pelibatan masyarakat, serta perlindungan sumber daya alam.

"Penghargaan ini memperkuat kontribusi PT SMI terhadap pembangunan nan inklusif dan berkepanjangan dan menjadi pengakuan atas pentingnya pendekatan nan terintegrasi,” ujar Reynaldi.

Cakupan Layanan Air di Desa Sajen Capai 100 Persen

Di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, PT SMI berbareng Yayasan Bestari Inovasi Indonesia menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema Sustainable Water Management. Program ini ditujukan untuk memperbaiki tata kelola air desa, mulai dari pemerataan pengedaran hingga penguatan kapabilitas lembaga pengelola.

Meski mempunyai potensi sumber mata air nan melimpah, pemerataan akses tetap menjadi tantangan, terutama bagi rumah tangga nan berada di wilayah dengan elevasi lebih tinggi. Program tersebut diarahkan agar masyarakat di beragam wilayah desa dapat memperoleh jasa air bersih secara lebih optimal.

Sejumlah prasarana dibangun untuk mendukung tujuan tersebut, antara lain dua reservoir beton bertulang dan jaringan pipa pengedaran sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Program ini juga memperkuat kapabilitas Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) Tirto Argoyoso serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) SAE dalam mengelola jasa air.

Selain pembangunan sarana dan penguatan kelembagaan, program tersebut mencakup penanaman 1.000 bibit bambu petung untuk mendukung konservasi area sumber mata air.

Berdasarkan info nan disampaikan, cakupan jasa air bersih di Desa Sajen meningkat dari sekitar 70 persen menjadi 100 persen. Jumlah sambungan rumah juga bertambah dari sekitar 873 menjadi lebih dari 1.300 sambungan.

Dampak lainnya terlihat pada aspek operasional pengelolaan air. Pendapatan bulanan lembaga pengelola meningkat dari sekitar Rp13 juta menjadi Rp26 juta, sedangkan tarif air rumah tangga dilaporkan turun hingga 15 persen.

Angka tersebut menunjukkan perubahan pada cakupan jasa dan kondisi operasional pengelola. Untuk menilai keberlanjutan hasilnya, aspek seperti kualitas layanan, pemeliharaan infrastruktur, dan keahlian lembaga pengelola mempertahankan tarif nan terjangkau juga menjadi perihal penting.

Fasilitas Air dan Sanitasi untuk Warga Terdampak Erupsi

Sementara itu, program di Desa Konga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyasar kebutuhan dasar masyarakat nan tinggal di kediaman sementara pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Dukungan prasarana diberikan untuk memperluas akses air bersih sekaligus menyediakan akomodasi sanitasi nan lebih layak bagi warga. Sarana nan dibangun mencakup sumur bor, tandon penyimpanan air, serta akomodasi mandi, cuci, kakus (MCK) nan dipisahkan bagi laki-laki dan perempuan.

Program tersebut juga dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di luar jaringan alias off-grid untuk mendukung operasional pompa air. Selain itu, tersedia keran untuk kebutuhan wudu dan titik pengedaran air bagi masyarakat.

Dukungan air juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian di sekitar lokasi. Dengan demikian, prasarana nan disediakan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi warga.

Bagi masyarakat nan tinggal di kediaman sementara setelah bencana, keberadaan akomodasi air dan sanitasi menjadi bagian krusial dari pemenuhan kebutuhan dasar serta upaya menjaga kesehatan lingkungan.

Dua program di Sajen dan Konga memperlihatkan kebutuhan pendekatan nan berbeda dalam pembangunan jasa air bersih. Di Sajen, perhatian diarahkan pada pemerataan distribusi, penguatan pengelolaan desa, dan konservasi sumber air. Adapun di Konga, prioritasnya adalah pemenuhan kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak erupsi.

Pengakuan internasional terhadap kedua program tersebut menjadi sorotan atas inisiatif nan dijalankan. Keberlanjutan manfaatnya tetap berjuntai pada keahlian pengelola mempertahankan layanan, merawat infrastruktur, serta memastikan akses air bersih dan sanitasi dapat terus dijangkau masyarakat. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑