Di perspektif lain Kabupaten Bekasi, duka serupa turut menyelimuti kediaman Nurlaela (37) di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Paman korban, Mulyadi di rumah duka menuturkan, kondisi jenazah almarhumah saat tiba di rumah dalam keadaan utuh, meski mengalami patah kaki dan diduga luka dalam.
Jenazah Nurlaela tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB setelah family sempat mencari keberadaan korban sejak sekitar pukul 21.00 WIB.
Keluarga resah lantaran Nurlaela tak kunjung pulang dan saat menghubungi telepon genggamnya, namun pihak lain nan justru mengangkat untuk memberi info bahwa ponsel korban telah ditemukan, tapi keberadaan korban belum diketahui.
Nurlaela nan berkawan dipanggil Bu Guru Ela, sehari-hari bekerja sebagai pembimbing PNS di SD Pejagan 11 Pulogebang Jakarta Timur (Jaktim). Ia tercatat sebagai PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2019. Nurlaela rutin menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang bekerja.
Nurlaela juga dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Tiga bulan lalu, Nurlaela apalagi baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta.
Dia dikenal sebagai pekerja ulet, tidak banyak bicara namun penuh tanggung jawab, tipikal pekerja serius. Nurlaela meninggalkan seorang anak nan sekarang duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.
Selain menjadi pembimbing kelas 2, Nurlaela juga memegang tugas tambahan sebagai bendaharawan sekaligus pengelola perpustakaan sekolah. Dedikasi tinggi ditunjukkan Bu Guru Ela, menurut kesaksian kepala sekolah hingga rekan-rekan satu profesi.
Perjalanan pulang nan sederhana itu sekarang menjadi kenangan terakhir. Sebuah perjalanan nan tak pernah betul-betul sampai. Selamat tinggal Adelia, selamat jalan Nurlaela, semoga husnul khotimah.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·