Akbar Supratman Apresiasi Gebrakan Kapolri Baru Sikat Sarang Narkoba

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

Dalam beberapa hari ini, Kepolisian menggerebek sarang peredaran narkoba di belasan provinsi di Indonesia. Ratusan pengedar dan pengguna narkoba pun ditahan dalam operasi penegakan norma ini.

Operasi ini berjalan sepuluh hari setelah Jenderal Pol Suyudi Ario Seto ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia, menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Wakil Ketua MPR Akbar Supratman pun mengapresiasi langkah kepolisian tersebut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba berbareng masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi gebrakan polisi di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi," kata Akbar dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bukti komitmen Polisi Bersama Masyarakat betul-betul dilakukan, bukan omon-omon," imbuh Akbar.

Lebih lanjut, dia menyampaikan penyalahgunaan narkoba sudah sampai pada level meresahkan masyarakat dan membahayakan negara.

Menurutnya, penunjukan Kepala BNN sebagai Kapolri merupakan pesan tersendiri dari Presiden Prabowo Subianto bahwa pemberantasan narkoba kudu diprioritaskan. Ia mengatakan Presiden apalagi memberikan pengarahan langsung kepada Suyudi mengenai perihal ini.

Akbar berambisi operasi-operasi antinarkoba dapat terus digencarkan, tidak hanya di awal awal saja. Ia meyakini Suyudi mempunyai komitmen kuat soal pemberantasan narkoba ini.

"Mudah-mudahan, gebrakan ini bisa mendatangkan pengaruh jera untuk para pengedar dan pengguna narkoba," kata senator dari Sulawesi Tengah itu.

Akbar mengatakan razia narkoba dilakukan polisi di belasan provinsi pada 9-11 Oktober lalu. Di Jakarta, polisi menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos di Jakarta Barat serta menahan 24 orang nan diduga sebagai pengedar dan pengguna narkoba.

Sementara itu, di Palu, Sulawesi Tengah, polisi mengamankan dua orang nan diduga sebagai pengguna narkoba. Secara keseluruhan, razia di belasan provinsi tersebut berujung pada penahanan ratusan orang nan diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Selain menemukan narkoba, polisi juga bisa menekan nomor kejahatan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Di Madura dan Bogor, polisi pun mengatasi masalah geng motor dan balapan liar.

Akbar berambisi di bawah kepemimpinan Suyudi, kepolisian semakin dicintai rakyat, tidak antikritik, dan terbuka untuk perbaikan. "Dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas-tugas kepolisian, tentu polisi semakin dicintai," pungkas Akbar.

Tonton juga video "Prabowo Mau Tambah Polisi Hutan, Minta Kapolri Beri Pendidikan"

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑