Ajak Mahasiswa Dialog, Rektor IPB Tegaskan Kampus Tak Kelola SPPG

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - IPB University menanggapi rumor nan beredar mengenai kampus nan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program makan bergizi cuma-cuma (MBG). IPB menegaskan tidak mengelola SPPG.

IPB menggelar perbincangan dengan mahasiswa di Gedung Startup Center, Kampus Taman Kencana, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/5). Dialog tersebut dihadiri Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet.

"Kami membuka ruang perbincangan lantaran banyak info nan beredar belum utuh sehingga memunculkan kesalahpahaman," kata Alim dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5/2026).

Dia turut menyampaikan apresiasi atas kritik nan diberikan mahasiswanya. Termasuk mengenai keterlibatan IPB dalam program MBG.

Selain itu, Alim menegaskan bahwa sejak awal IPB memutuskan tidak terlibat langsung dalam operasional dapur SPPG. Sebab, mempertimbangkan beragam akibat teknis dan keamanan pangan.

"Peran nan diambil IPB University lebih strategis, ialah sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional (PGN) berbareng Badan Gizi Nasional, Bappenas, Unicef, dan beragam mitra lainnya," ucapnya.

Melalui CoE itu, kampus berkedudukan dalam penyusunan kajian akademik, pelatihan, pengembangan standar mutu, dan penguatan sistem pengawasan berbasis data. Alim juga mendorong pembentukan CoE regional di beragam wilayah Indonesia, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Timur (Jatim).

Sementara itu, Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal, Prof Erika B Laconi, menegaskan IPB tidak menjalankan operasional SPPG. Dia menyebut kampus berkedudukan utama mengembangkan pengetahuan pengetahuan dan penguatan sistem.

"IPB University bukan tempat operasional SPPG. Tugas kami adalah memastikan ekosistem keilmuan, riset, dan pengendalian mutu melangkah dengan baik," ujar Erika.

Dia menyebut mahasiswa mempunyai ruang nan besar untuk berkontribusi melalui penelitian, pengawasan lapangan, penemuan pangan, hingga pengembangan startup berbasis pangan dan gizi. Maka, keterlibatannya diharapkan bisa memperkuat kualitas penerapan program pemenuhan gizi nasional.

(rdh/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News