Jakarta -
Pemerintah memastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tahap awal bakal beraksi di Jakarta. Sementara itu, letak PFII di Bali tetap dalam tahap evaluasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, letak PFII untuk tahap awal sudah ditentukan sebelumnya. Meskipun Airlangga belum merinci di mana letak persisnya.
"Sudah (lokasi sudah ditentukan), tahap awal di Jakarta," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk Bali, Airlangga menyebut pemerintah tetap melakukan evaluasi. Menurutnya, letak nan disiapkan pemerintah berada di salah satu lahan milik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Bali dalam evaluasi, di salah satu letak milik Danantara," tuturnya.
Sebelumnya, CEO Danantara nan juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyampaikan argumen Jakarta dipilih menjadi letak sementara PFII lantaran kemauan Presiden Prabowo Subianto agar bisa langsung beroperasi.
"Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu, kenapa? Karena bapak presiden mau ini semua langsung kerja, ada momentumnya ya," ujar Rosan di Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan, dikutip Minggu (16/8/2026).
Sementara untuk Bali, Rosan menyebut memerlukan waktu untuk proses pembangunannya, termasuk pembangunan prasarana fisik. Namun, Bali dipilih lantaran mempunyai daya tarik nan sangat kuat di mata para penanammodal global.
Menurut para investor, Bali dinilai mempunyai nilai tambah tersendiri dibandingkan dengan international center lainnya. Keberadaan akomodasi ini di Bali diyakini tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi juga bisa mendongkrak sektor pariwisata lantaran para penanammodal tersebut mempunyai daya beli nan tergolong besar.
(ily/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·