Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai negara-negara berkembang perlu ikut mengambil peran dalam menentukan tata kelola ekonomi global. Menurut dia, negara berkembang tidak boleh hanya menjadi penerima patokan nan telah ditetapkan negara lain. Airlangga tengah mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9). “Apabila kita tidak menjadi bagian dari proses negosiasi, maka ketentuan tersebut pada akhirnya bakal ditetapkan dan diterapkan kepada kita. Karena itu, Indonesia perlu terus mengambil peran aktif dalam membentuk tata kelola dunia nan lebih inklusif, representative dan berkeadilan,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Minggu (13/9). Mantan Menteri Perindustrian itu juga mengatakan pengalaman ASEAN menunjukkan kerja sama regional dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan. Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi semakin krusial di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Dia juga menilai reformasi beragam lembaga multilateral juga diperlukan agar lebih bisa merespons perubahan lanskap dunia dan merepresentasikan kepentingan negara berkembang secara lebih adil. Reformasi tersebut mencakup Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Trade Organization (WTO), serta International Financial Institutions (IFIs). Menurut Airlangga, reformasi sistem multilateral semakin krusial di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi global, ketidakpastian perdagangan, serta beragam tantangan terhadap rantai pasok. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kekuatan kolektif BRICS untuk memperkuat tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, juga menciptakan kesempatan pembangunan. Indonesia, lanjutnya, terus mendorong sistem perdagangan multilateral nan terbuka, inklusif, transparan, berbasis aturan, dan memberikan ruang pembangunan bagi negara berkembang. Dalam bagian ekonomi, KTT BRICS 2026 juga membahas penguatan kerja sama keuangan, pengembangan sistem Local Currency Settlement (LCS), pembangunan rantai pasok dunia nan tangguh, serta penguatan sistem perdagangan nan terbuka dan berbasis aturan. KTT BRICS 2026 bakal bersambung pada hari kedua dengan agenda nan membahas tema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” nan melibatkan negara personil dan mitra BRICS.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·