Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) menindak praktik manipulasi saham, seperti goreng-menggoreng saham. Airlangga menyebut peran Kejagung sangat krusial dalam penegakan norma nan relevan dengan dinamika pasar.
"Tentu peran korps jaksa ini menjadi sangat penting, terutama untuk meningkatkan kapabilitas dalam pemahaman instrumen finansial serta penegakan norma nan sangat relevan dengan dinamika pasar," kata Airlangga saat membuka Seminar Internasional Persatuan Jaksa Indonesia (Perjasa) di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
"Kemudian mendorong penegakan norma terhadap manipulasi saham ataupun goreng-goreng menggoreng saham, insider trading, agar melangkah secara konsisten, berintegritas," sambungnya.
Airlangga juga mendorong penyitaan aset tindak pidana pencucian duit oleh kejaksaan. Menurutnya, perihal tersebut perlu dilakukan agar mata rantai mencari untung secara terlarangan oleh pelaku pencucian duit bisa diputus.
"Kemudian juga penguatan penelusuran serta penyitaan aset tindak pidana pencucian duit agar memutus mata rantai nan mencari untung secara ilegal," katanya.
Airlangga meminta agar Kejagung tetap memperhatikan penegakan norma agar tetap terukur. Dia meminta Kejagung tetap mempertimbangkan kepercayaan pasar (market trust).
"Juga diperhatikan dalam penegakan norma nan terukur, penanganan kasus nan melibatkan sektor pasar modal perlu dilakukan secara tegas, namun juga mempertimbangkan dari segi market confidence dan market trust," katanya.
Selain itu, Airlangga juga meminta Kejagung bekerja sama dengan sejumlah lembaga mengenai seperti OJK, BEI, dan PPATK untuk membangun sistem peringatan awal untuk mencegah tindak praktik manipulasi saham.
"Kemudian tentu sinergi OJK, BEI, dan PPATK untuk membangun sistem early warning system, terutama untuk penanganan perkara secara terpadu," katanya. (yld/yld)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·