
AI Ubah Kebutuhan Dunia Kerja, Ini nan Harus Disiapkan Mahasiswa (Foto: Freepik)
JAKARTA – Kehadiran kepintaran buatan (AI) semakin mengubah langkah mahasiswa belajar sekaligus memengaruhi kebutuhan bumi kerja di masa depan. Di Indonesia, penggunaan AI generatif di kalangan mahasiswa apalagi tercatat sangat tinggi.
Berdasarkan Global Student Survey 2025 nan dirilis Chegg, sebanyak 95 persen mahasiswa Indonesia telah memanfaatkan AI generatif dalam aktivitas belajar mereka. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat mengambil AI tertinggi dibandingkan 14 negara lain nan masuk dalam survei.
Meski penggunaan AI semakin luas, muncul kekhawatiran dari sejumlah orang tua mengenai dampaknya terhadap keahlian berpikir berdikari mahasiswa. Mereka tidak mempermasalahkan teknologi AI itu sendiri, tetapi mempertanyakan apakah mahasiswa tetap bisa menganalisis dan menyelesaikan masalah secara berdikari tanpa terlalu berjuntai pada teknologi.
Kebutuhan Perguruan Tinggi
Kondisi tersebut membikin banyak orang tua mulai mempertimbangkan pendekatan perguruan tinggi terhadap AI saat memilih kampus bagi anak-anak mereka. Selain akomodasi teknologi, keahlian kampus dalam membangun pola pikir kritis, adaptif, dan analitis sekarang menjadi aspek penting.
Menjawab tantangan tersebut, BINUS University menghadirkan Digital Transformation & AI Experience Ecosystem, sebuah sistem pembelajaran nan tidak hanya memperkenalkan pemanfaatan AI, tetapi juga mengajarkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·