AI Nakal OpenAI yang Bobol Hugging Face Ternyata Juga Serang Modal Labs

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock

Agen AI bandel milik OpenAI nan sempat 'kabur' dari sandbox pengetesan terisolasi untuk mendapatkan akses internet mandiri, rupanya bukan hanya membobol platform Hugging Face, tapi juga sempat menyusup ke akun milik pengguna perusahaan cloud lain, Modal Labs, nan berbasis di New York.

Berdasarkan kronologi kejadian nan dipublikasikan Hugging Face, pemasok AI tersebut lolos dari sandbox—lingkungan pengetesan terisolasi—yang di-hosting di prasarana pihak ketiga, lampau menjadikannya batu loncatan untuk melancarkan serangan nan lebih besar.

Sumber nan mengetahui persoalan ini mengatakan kepada Reuters, bahwa upaya "kabur" pemasok tersebut dimulai sekitar 9 Juli 2026, dan tindakan peretasan ke sistem Hugging Face berjalan dari 11 hingga 13 Juli 2026. Hugging Face merupakan platform untuk para peneliti dan developer bisa menyimpan serta membagikan model dan dataset AI. Mereka juga dikenal sebagai 'GitHub-nya AI'.

OpenAI mengatakan pekan lampau bahwa serangan itu dibuat oleh dua pemasok AI, ialah model GPT-5.6 Sol miliknya dan satu model AI lain nan tak disebut namanya dan belum rilis ke publik. Dalam pembaruan pada hari Selasa, 28 Juli 2026, mereka mengatakan bahwa model nan tidak disebutkan namanya tersebut telah "dinonaktifkan, dienkripsi, dan akses penelitiannya dibatasi".

Chief Technology Officer Modal Labs, Akshat Bubna, mengonfirmasi bahwa pihak ketiga nan dimaksud dalam kronologi kejadian Hugging Face adalah platform cloud milik Modal Labs. Namun, dia menegaskan, sistem Modal sendiri tidak diretas. nan terjadi, salah satu pengguna Modal memasang endpoint tanpa autentikasi nan membikin siapa saja di internet bisa memakai sandbox milik pengguna tersebut untuk menjalankan kode—ibarat meninggalkan pintu terbuka tanpa kunci. Celah inilah nan dimanfaatkan pemasok bandel itu.

Ilustrasi OpenAI Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Modal Labs merupakan perusahaan nan membantu startup AI mengakses chip nan mereka butuhkan untuk menjalankan perangkat AI, mengatakan bahwa pemasok tersebut mengeksploitasi kode rentan nan ditulis oleh pengguna nan dihosting di platform Modal.

OpenAI Akui Empat Akun Dibobol

OpenAI menolak berkomentar secara spesifik soal kejadian di Modal Labs. Perusahaan hanya merujuk pada pembaruan resminya nan menyebut pemasok AI mereka telah membobol empat akun di empat jasa berbeda.

OpenAI juga tidak menyebut nama layanan-layanan tersebut, tapi sumber nan mengetahui persoalan ini mengonfirmasi Modal Labs adalah salah satu korbannya.

“Model AI milik (OpenAI) mengidentifikasi dan menggunakan kredensial nan terekspos secara publik di tingkat akun pada jasa publik lainnya. Ini termasuk empat akun pada empat jasa sebagai bagian dari kejadian Hugging Face,” kata OpenAI.

OpenAI menyebut kejadian ini sebagai kejadian siber "tanpa preseden, melibatkan kapabilitas siber tercanggih". Perusahaan juga menegaskan belum menemukan aktivitas lain dengan tingkat keparahan alias skala setara kejadian Hugging Face, nan disebut sebagai kompromi di level platform.

Ilustrasi platform Hugging Face. Foto: Shutterstock

Baru Terdeteksi Belakangan

Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa OpenAI baru menyadari agennya "mengamuk" jauh setelah ancaman itu sukses dikendalikan—dan setelah FBI turun tangan diberi tahu. Tim Hugging Face sendiri sampai kudu memakai model open-source buatannya sendiri untuk menghentikan aktivitas mencurigakan itu dan menilai kerusakan nan terjadi.

Insiden ini memicu kekhawatiran baru soal keamanan pemasok AI otonom—teknologi nan makin banyak dipakai untuk otomatisasi tugas, namun rupanya pemasok AI bisa lepas kendali dan bertindak di luar skenario pengetesan nan direncanakan.

Kasus ini menambah daftar panjang peringatan dari organisasi teknologi dan keamanan siber soal akibat pemasok AI terhadap prasarana digital, dan kemungkinan besar bakal mendorong pengawasan nan lebih ketat terhadap langkah perusahaan AI menguji sistem otonom mereka sebelum dirilis ke publik.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan