AHY: Transformasi Transportasi Kunci Swasembada Energi dan Daya Saing Indonesia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa transformasi sektor transportasi merupakan bagian krusial dalam menjawab tantangan pembangunan Indonesia di masa depan. Hal ini disampaikannya di Jakarta pada Jumat, menyoroti perlunya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Di satu sisi, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi nan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pertumbuhan tersebut bakal meningkatkan kebutuhan daya dan tekanan terhadap lingkungan. Karena itu, transformasi sektor transportasi menjadi kunci agar ketahanan energi, daya saing ekonomi, dan keberlanjutan dapat melangkah beriringan,” ujar AHY.

Strategi Swasembada Energi Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat beragam strategi untuk mewujudkan swasembada energi. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan bauran biodiesel, mendorong eksplorasi dan peningkatan lifting minyak bumi, membangun kilang dan akomodasi penyimpanan energi, hingga memperluas pemanfaatan daya terbarukan. Berbagai langkah ini menjadi fondasi krusial untuk memperkuat ketahanan daya nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Namun, tantangan swasembada daya Indonesia tidak berakhir pada sisi produksi. Dalam lima tahun terakhir, konsumsi diesel nasional meningkat 24,5 persen, sementara produksi diesel domestik baru bisa memenuhi sekitar 51,6 persen kebutuhan nasional. Kondisi tersebut turut membebani ruang fiskal pemerintah, dengan nilai subsidi dan kompensasi solar mencapai Rp415,84 triliun sepanjang 2019–2024.

Peringatan Kebutuhan Impor Solar

Pemodelan awal WRI Indonesia menunjukkan bahwa tanpa upaya mengendalikan pertumbuhan permintaan, kebutuhan impor solar berpotensi kembali muncul mulai 2027 meskipun impor dihentikan pada 2026. Menurut Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi, selama ini pembahasan kendaraan listrik lebih banyak dikaitkan dengan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca. Padahal, bagi Indonesia, faedah strategisnya jauh lebih luas.

“Pemodelan kami menunjukkan bahwa tanpa perubahan signifikan pada teknologi transportasi, kebutuhan diesel Indonesia dapat mencapai sekitar 87,5 juta kiloliter pada 2040,” ujar Nirarta. Ia menyebut kapabilitas produksi domestik diperkirakan hanya 26,5 juta kiloliter. “Artinya, peningkatan pasokan daya saja tidak bakal cukup. Kita juga kudu mulai mengelola permintaan energi, dan transformasi pikulan peralatan menjadi salah satu strategi terpenting untuk mewujudkan swasembada daya Indonesia,” katanya.

Inisiatif Dekarbonisasi Angkutan Barang

Untuk mendorong transformasi sektor logistik, WRI Indonesia menginisiasi Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA) nan diluncurkan pada 2025. Sebagai platform lintas sektor untuk dekarbonisasi pikulan berat, IFDA telah melibatkan 42 perusahaan dari ekosistem logistik dalam beragam kajian, forum diskusi, dan pendampingan penerapan kendaraan berat nol emisi, termasuk melalui Corporate Assistance Program (CAP) nan diselenggarakan pada April 2026.

Selain itu, melalui IFDA, WRI Indonesia juga mengembangkan Truck Route Assessment & Charging Evaluation (TRACE), sebuah platform nan membantu pemerintah dan pelaku industri mengevaluasi kesiapan rute, kebutuhan pengisian daya, serta prioritas pembangunan prasarana sebelum investasi dilakukan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional