Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat mengenai bagian prasarana dan pembangunan kewilayahan, di Istana Negara, Selasa (12/5/2025). Dalam rapat itu dibahas mengenai rencana pembangunan tanggul di pantai utara Jawa.
Dalam rapat itu dihadiri oleh, Menteri Koordinator bagian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa Didit Herdiawan.
"Kami tadi melaporkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa," kata AHY, usai rapat.
Dia mengatakan bahwa, pada area utara Jawa mengalami persoalan penurunan muka tanah dan banjir rob akibat naiknya permukaan air laut. Untuk itu dibutuhkan pembangunan tanggul untuk melindungi puluhan juta masyarakat Pantura hingga sentra industri sekitar.
Dalam kesempatan itu, Didit Herdiawan juga melaporkan kepada presiden bawha ada 15 segmen pembangunan tanggul untuk di pantai utara Jawa dari Serang - Gresik. Namun saat ini tetap dalami mengenai tematik tiap wilayah untuk menampung nilai ekonomi nan sesuai di tiap wilayah pada tiap segmen.
"Sehingga perlu ada penilaian alias asesmen lebih lanjut," katanya.
Namun ketika ditanya mengenai kapan tanggul ini bakal dibangun, menurutnya tetap dalam perhitungan.
"Untuk timelinenya kita sedang atur penyelenggaraan aktivitas ini, dihitung backward planning-nya berapa lama. Karena kudu semua komponen dimasukan," katanya.
Menurutnya titik-titik pembangunan di tiap segmen tetap belum diputuskan, lantaran tetap butuh pendalaman.
"Pertama misalnya Teluk Jakarta, di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya. Tapi untuk 15 segmen ada sub-segmennya dan seksi-seksinya di dalam ini perlu kudu ada kolaborasi," tuturnya.
Rosan Roeslani juga belum bisa memastikan investasi dari Danantara untuk masuk ke dalam proyek ini.
"Kami bakal berkoordinasi selalu dengan Kepala Badan Pengelola Otorita Pantura Jawa untuk memastikan juga penyempurnaan dari masterplan-nya. Dan kemudian kita lihat pengembangannya, jadi tidak hanya dibangun giant sea wall-nya tapi juga titik-titik meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, juga memberi akibat positif terhadap perekonomiannya," terangnya.
(emy/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·