Arie Dwi Satrio
, Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |15:06 WIB

Ahok Soroti Kericuhan Demo Penambang Timah di Bangka Belitung
JAKARTA – Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menyoroti kericuhan penambang bijih timah nan terjadi di wilayah operasional PT Timah, Belitung Timur, Bangka Belitung, beberapa hari lalu. Ahok menilai nilai pembelian bijih timah dari masyarakat perlu disesuaikan dengan nilai pasar.
Kericuhan tersebut terjadi setelah masyarakat penambang mempersoalkan nilai pembelian bijih timah nan dinilai belum sebanding dengan kondisi operasional di lapangan. Massa juga meminta adanya penyesuaian nilai sekaligus kepastian penyerapan hasil tambang masyarakat.
Sebagai penduduk Bangka Belitung, Ahok mengatakan nilai pembelian timah dari masyarakat semestinya mengikuti nilai pasar.
“Harga beli dari rakyat nan sesuai nilai pasaran,” kata Ahok dikutip wartawan, Jumat (14/8/2026).
Saat ditanya apakah nilai pembelian timah oleh PT Timah saat ini telah mencerminkan nilai pasar, Ahok enggan berkomentar.
Dia menyarankan persoalan tersebut ditanyakan langsung kepada pelaku upaya di sektor pertimahan. “Harusnya nanya ke pemain timah,” imbuhnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menekankan pentingnya transparansi dalam menentukan nilai pembelian bijih timah dari masyarakat. Menurutnya, nilai tersebut dapat dihitung dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan persaingan antar-smelter.
“Harusnya begitu (transparan). Kan bisa dihitung ketika saat smelter banyak. Harga timah bumi katakanlah 1 juta, para smoother berani beli sampai nilai 300 ribu,” jelas Ahok.
Dia kemudian memberikan ilustrasi mengenai nilai nan semestinya diterima masyarakat andaikan nilai timah bumi berada di kisaran Rp1 juta per kilogram. “Harga timah bumi sudah Rp 1 juta, harusnya PT Timah beli 300 - 400 ribu?” kata Ahok.
Pada 2 Juni 2026, nilai timah di London Metal Exchange (LME) tercatat mencapai US$56.649 per metrik ton. Harga tersebut hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi tahun ini nan sempat menyentuh US$57.425 per metrik ton pada Februari 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·