ilustrasi(Magnific)
KEINGINAN menyantap camilan manis alias gurih pada malam hari kerap menjadi tantangan terbesar bagi banyak orang nan sedang menjaga pola makan. Menanggapi kejadian ini, para mahir gizi terdaftar mengungkapkan bahwa solusi efektif untuk menghentikan kebiasaan tersebut bukanlah diet ketat, melainkan teknik psikologis sederhana ialah memberi jarak sejenak.
Kebiasaan nyemil malam hari sering kali bukan didasari oleh rasa lapar bentuk nan sebenarnya, melainkan respons otomatis tubuh terhadap stres, rasa bosan, kelelahan, alias distraksi dari layar gawai dan televisi.
Mengapa Teknik 'Memberi Jeda' Sangat Efektif?
Berdasarkan kajian master nutrisi dan bukti ilmiah, berikut adalah argumen utama teknik ini bisa mengendalikan dorongan makan di malam hari:
- Memutus Respons Otomatis Otak: Melakukan jarak beberapa detik sebelum membuka lemari es membantu seseorang menyadari apakah dorongan makan tersebut merupakan lapar sejati alias sekadar imbas dari emosi harian.
- Mengidentifikasi Kebutuhan Tubuh nan Sebenarnya: Sinyal haus dan capek kerap disalahartikan oleh otak sebagai rasa lapar. Dengan memberi jeda, seseorang dapat memberikan respons nan tepat, seperti minum air putih alias tidur lebih awal.
- Mendorong Kesadaran Makan (Mindful Eating): Menghentikan kebiasaan makan sembari menyaksikan tayangan televisi alias menggunakan gawai bisa menekan jumlah kalori berlebih nan dikonsumsi secara tidak sadar.
Para mahir menyarankan, jika rasa lapar bentuk memang betul-betul muncul di malam hari, pilihlah camilan bergizi seimbang nan kaya bakal serat dan protein seperti Greek yogurt, kacang-kacangan, alias roti gandum, guna menjaga kualitas tidur dan metabolisme tubuh tetap optimal.
(Eatingwell/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·