Agus Jabo Ungkap Upaya Kemensos Percepat Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta -

Kementerian Sosial RI (Kemensos) terus memobilisasi support untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bantuan, santunan bagi korban meninggal dan luka-luka juga telah disiapkan.

Bantuan logistik digerakkan dari sejumlah penyimpanan Kemensos dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk memenuhi kebutuhan ribuan penduduk terdampak.

"Kami terus menyiapkan dan menggerakkan logistik untuk penanganan musibah di NTT. Di NTT ada dua penyimpanan nan menjadi titik mobilisasi, ialah Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT," ujar Wamensos Agus Jabo Priyono, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Sentra Efata Kupang, Kemensos memobilisasi beragam kebutuhan bagi penduduk terdampak, mulai dari perlengkapan pengungsian, selimut, makanan, hingga pakaian, termasuk busana anak dan perempuan. Bantuan tersebut antara lain digeser menuju Kabupaten Nagekeo.

Sementara support dari Gudang Dinsos Provinsi NTT didistribusikan ke Maumere, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur, serta wilayah lain sesuai kebutuhan di lapangan.

Agus menjelaskan proses pengedaran support dari Kupang menuju sejumlah titik terdampak sempat menghadapi hambatan lantaran kondisi gelombang laut nan tetap tinggi sehingga kapal pengangkut belum dapat bergerak secara optimal.

"Untuk proses pengiriman memang ada hambatan lantaran gelombang tetap besar dan kapal belum bisa bergerak. Karena ada hambatan pengangkutan, kami juga mengambil langkah melakukan pemenuhan kebutuhan melalui shopping di letak agar support tetap bisa segera tersedia bagi masyarakat," jelas Agus.

Selain bantuan, Kemensos juga sedang menyiapkan santunan bagi korban meninggal maupun luka. Berdasarkan laporan sementara, hingga Minggu (16/8) pukul 07.50 WITA, jumlah penduduk terdampak nan berada dalam penanganan kondisi pengungsian tercatat sebanyak 3.839 jiwa.

Sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal bumi dan 110 orang mengalami luka-luka. Proses pendataan terhadap korban serta akibat lainnya tetap terus berlangsung.

Korban meninggal bumi tersebar di sejumlah wilayah, yakni:

  • Kabupaten Manggarai: 24 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Timur: 17 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
  • Kabupaten Ngada: 1 jiwa
  • Kabupaten Sikka: 3 jiwa
  • Kabupaten Ende: 1 jiwa.

Sejumlah titik pengungsian juga telah disiapkan bagi penduduk terdampak. Di antaranya di Stadion Gelora Samador di Kabupaten Sikka, wilayah Maumere, laman Gereja Wolomarang, serta sejumlah letak lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Tim campuran terus melakukan asesmen terhadap kondisi warga, kerusakan rumah, akomodasi umum, akomodasi pendidikan, akomodasi kesehatan, serta beragam kebutuhan mendesak masyarakat. Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), serta menggerakkan support logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Laporan terbaru mencatat kerusakan meliputi:

  • Rumah rusak berat: 159 unit
  • Rumah rusak sedang: 47 unit
  • Rumah rusak ringan: 167 unit
  • Fasilitas pendidikan: 36 unit
  • Fasilitas kesehatan: 211 unit
  • Fasilitas umum: 11 unit
  • Rumah ibadah: 5 unit
  • Gedung perkantoran: 6 unit.

Secara keseluruhan, untuk sementara Kemensos telah mengirim support logistik dengan nilai sekitar Rp 4,52 miliar. Bantuan tersebut berasal dari Sentra Efata Kupang menuju Kabupaten Nagekeo senilai Rp 1,015 miliar, Gudang Dinsos Provinsi NTT menuju wilayah terdampak senilai Rp 541,6 juta, serta Gudang Pusat Kemensos Bekasi menuju Dinsos Provinsi NTT senilai Rp 1,482 miliar.

Selain itu, support dari Gudang Pusat Kemensos Bekasi juga dikirim menuju Sentra Efata Kupang dengan nilai Rp 1,478 miliar.

Bantuan mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, perlengkapan keluarga, shower kit, perlengkapan dapur, serta support dapur umum lapangan.

Selain mengirim support dari gudang, Kemensos juga menyiapkan pemenuhan kebutuhan melalui pengadaan langsung di wilayah terdampak. Sebanyak 500 paket support disiapkan untuk Kabupaten Nagekeo dan 500 paket lainnya untuk Kabupaten Manggarai.

Kemensos juga menyiapkan tambahan beras reguler sebanyak 48 ton nan bakal diarahkan ke sejumlah kabupaten terdampak. Selain support logistik, Kemensos telah melakukan sejumlah langkah penanganan berupa:

  • Melaksanakan asesmen dan pendataan penduduk terdampak serta tingkat kerusakan bangunan;
  • Membantu proses pemindahan korban meninggal dan korban luka;
  • Mendirikan tenda darurat bagi penduduk nan memerlukan tempat tinggal sementara;
  • Menurunkan Tagana dan tim PSKB untuk pendataan serta verifikasi korban;
  • Melakukan koordinasi berbareng pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait.

Agus mengatakan Kemensos juga tengah menyiapkan dan mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan penduduk terdampak selama masa penanganan darurat.

Dalam perkembangan terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 90 hari, terhitung sejak 15 Agustus-13 November 2026. Sementara, Pemkab Sikka menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus-28 Agustus 2026.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Agus memastikan Kemensos menyiapkan santunan bagi mahir waris korban nan meninggal dunia. Santunan bakal diberikan setelah proses pendataan dan verifikasi korban selesai dilakukan.

"Untuk santunan korban jiwa, Kemensos bakal memberikan tali asih kepada mahir waris sebesar Rp 15 juta untuk setiap korban meninggal dunia. Kami meminta pemerintah wilayah dan Dinas Sosial segera mendata dan melaporkannya kepada Kemensos agar santunan bisa segera ditindaklanjuti dan diberikan kepada family korban," kata Agus.

Proses verifikasi dan pengesahan info korban meninggal dunia, korban luka, pengungsi, serta kerusakan gedung hingga sekarang tetap terus dilakukan berbareng pemerintah wilayah dan unsur terkait.

Agus menegaskan Kemensos siap memenuhi kebutuhan penanganan nan diperlukan di letak musibah dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan stok logistik nan tersedia.

"Prinsipnya, jika ada nan menjadi kebutuhan di letak bencana, Kemensos siap memberikan dukungan. Kami sudah mempersiapkan logistik nan ada di gudang-gudang nan kami miliki," pungkasnya.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News