Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait.(Dok BP Batam)
BADAN Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya untuk melakukan penyiapan lahan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih secara humanis. Langkah ini dilakukan dengan mengedepankan ruang perbincangan dan proses verifikasi nan transparan berbareng masyarakat setempat.
Lahan seluas 18,5 hektare nan disiapkan tersebut berada di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam. Status legalitas ini menjadi landasan utama agar setiap tahapan pembangunan melangkah sesuai dengan koridor norma dan peraturan perundang-undangan nan berlaku.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyatakan bahwa pendekatan persuasif dipilih untuk mendengar langsung aspirasi penduduk di sekitar area pembangunan. Menurutnya, komunikasi terbuka adalah kunci dalam setiap proses pembangunan daerah.
"Sejak awal, BP Batam memilih mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif guna mendengar langsung aspirasi masyarakat sekitar area Sekolah Terintegrasi Merah Putih," ujar Ariastuty pada Minggu (16/8/2026).
Ia mengungkapkan bahwa tim BP Batam telah beberapa kali secara kontinyu melakukan pertemuan dan berbincang secara langsung dengan penduduk setempat. Salah satunya saat pertemuan dengan Wakil Kepala BP Batam pada 21 Juli 2026 lampau di Kantor Pemerintah Kota Batam.

Proses Verifikasi dan Klaim Warga
Dalam proses pendataan di lapangan, tercatat ada empat penduduk nan menyampaikan klaim atas sebagian area rencana pembangunan. Menanggapi perihal tersebut, BP Batam telah membuka ruang bagi penduduk untuk menunjukkan arsip legalitas tanah guna dilakukan verifikasi lebih lanjut.
"BP Batam menghormati setiap penyampaian penduduk tersebut dan memberikan ruang untuk menunjukkan arsip nan menjadi dasar penguasaan alias kepemilikan atas lahan dimaksud. Penyiapan lahan ini dilakukan dengan memperhatikan status lahan dan ketentuan nan berlaku, serta tetap mengedepankan komunikasi dengan masyarakat," sambungnya.
Hingga saat ini, progres verifikasi menunjukkan hasil sebagai berikut:
- Dua penduduk telah menyerahkan arsip resmi untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
- Dua penduduk lainnya tetap diberikan ruang komunikasi untuk menyampaikan bukti persuratan nan menjadi dasar penguasaan lahan.
Ariastuty menegaskan bahwa jika hasil kajian konteks saat ini membuktikan ada hak masyarakat nan diakui secara hukum, penyelesaiannya bakal dilakukan melalui sistem nan berlaku. "BP Batam berkomitmen menghormati setiap kewenangan masyarakat. Seluruh proses penyiapan lahan kami pastikan melangkah adil, transparan, dan memberikan kepastian norma bagi semua pihak," tambahnya.
Klarifikasi Pengamanan Area
Terkait info nan beredar di media sosial mengenai aktivitas pematokan, BP Batam memberikan penjelasan bahwa kehadiran personel Ditpam di letak bermaksud untuk pengamanan area HPL. Hal ini merupakan bagian dari tugas dan kewenangan lembaga dalam menjaga aset negara nan bakal digunakan untuk kepentingan publik.
Masyarakat diimbau untuk bersikap bijak dalam menyerap info dan melakukan verifikasi terlebih dulu sebelum menarik konklusi dari berita nan beredar di media sosial.
"Terkait info mengenai pematokan, kami memastikan bahwa keberadaan personel Ditpam di letak merupakan bagian dari penyelenggaraan pengamanan area HPL sesuai tugas dan kewenangan nan dimiliki," jelas Tuty.
Investasi SDM untuk Generasi Mendatang
Sekolah Terintegrasi Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Batam. Oleh karena itu, seluruh proses kesiapan lahan dilakukan secara berjenjang dengan mengedepankan komunikasi, kepastian hukum, dan menghormati kewenangan masyarakat.
BP Batam juga terus membuka ruang perbincangan dengan masyarakat selama proses penyiapan lahan berlangsung. Seluruh tahapannya pun dilaksanakan secara transparan, mengedepankan musyawarah, serta berpatokan pada prosedur norma agar pembangunan sekolah ini dapat memberikan faedah bagi generasi muda di masa mendatang.
"Selain dilengkapi sarana dan prasarana nan baik, sekolah ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan nan layak dan berbobot bagi anak-anak di Rempang-Galang sesuai dengan ketentuan program. Harapan kami adalah gimana anak-anak tersebut mendapat agunan pendidikan nan layak untuk bekal menghadapi era nan semakin maju," tutup Tuty. (RO/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·