Agrinas Impor Mobil Buatan India, Ekonomi RI Bisa Rugi Rp39 Triliun

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Agrinas Impor Mobil Buatan India, Ekonomi RI Bisa Rugi Rp39 Triliun

Agrinas Impor Mobil Buatan India, Ekonomi RI Bisa Rugi Rp39 Triliun (Foto: Ilustrasi Dok ADM)

JAKARTA - Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa kehilangan Rp39,29 triliun. Selain itu, pendapatan masyarakat lenyap mencapai Rp39,05 triliun dan 330 ribu orang berpotensi besar kehilangan pekerjaan. Hal ini merupakan kajian Center of Economic and Law Studies (Celios) mengenai akibat BUMN Agrinas Pangan Nusantara impor 105.000 unit pikap dan truk buatan India.

Agrinas impor 105.000 mobil asal India tersebut senilai Rp24,66 triliun untuk operasional logistik Koperasi Desa Merah Putih.

Ekonomi RI Bisa Rugi

Ekonom Celios Nailul Huda menekankan soal importasi kendaraan dari India ini bakal berpotensi besar mencerabut mata pencaharian pekerja pabrik otomotif. Tak hanya itu, ada pelaku upaya seperti pemilik bengkel perbaikan hingga penyedia suku cadang, nan turut terdampak. Hingga akhirnya, pengusaha besar nan mempunyai pabrik berskala nasional bakal terguncang kestabilan keuangannya.

"Tidak ada aktivitas ekonomi nan diciptakan dari importasi ini. Bahkan bisa menggerus pangsa pasar dari produk pickup nan sudah diproduksi alias dirakit dalam negeri. Ekonomi kita bisa menyusut lantaran impor ini bakal mengurangi PDB," kata Huda kepada Okezone di Jakarta.

Agrinas Dinilai Menyalahi TKDN

Huda mewanti-wanti potensi Purchasing Managers' Index (PMI) sektor manufaktur nan semestinya terkerek naik, jika Agrinas mengedepankan produsen dalam negeri. Sebab, bakal ada pengaruh berganda dari aktivitas produksi ratusan ribu kendaraan untuk operasional logistik Koperasi Merah Putih ini.  

Selain menggerus perekonomian, langkah Agrinas juga dianggap menyalahi patokan soal sistem Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Industri otomotif, khususnya nan menjual mobil pick up, bakal mengalami kerugian. Maka mereka bakal mengurangi produksi ataupun membeli bahan baku alias stok. PMI Manufaktur industri otomotif bakal mengalami pelemahan," tutur Huda.

"Apa nan dilakukan Agrinas juga menyalahi patokan untuk penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lantaran impornya CBU namalain diimpor sudah jadi," imbuhnya.

Agrinas menyepakati perjanjian mencakup pengadaan total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. Detailnya, ada sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok oleh Mahindra & Mahindra, dan 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com