
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)
FLORENCE – Persaingan di kelas Moto3 2026 tidak hanya memanas di dalam lintasan balap, melainkan juga memicu rasa penasaran publik mengenai nilai perjanjian para pembalap muda nan berlaga. Dua nama nan sekarang tengah mencuri perhatian jelang bergulirnya seri Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello pada 29-31 Mei ini adalah rider jagoan Indonesia, Veda Ega Pratama, dan pembalap handal Spanyol, David Munoz.
Sebagai bagian dari izin FIM World Championship, rincian resmi mengenai nilai perjanjian dan penghasilan kedua pembalap ini memang disimpan sangat rapat dan berkarakter rahasia dari publik. Kendati demikian, berasas laporan industri dan perkiraan di dalam paddock, pendapatan para pembalap muda di kelas Moto3 secara umum berada di kisaran 30 ribu hingga 150 ribu Euro per musim, alias setara dengan Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar.
Pendapatan di kelas Moto3 ini diakui bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan kelas utama MotoGP. Bahkan, nomor tersebut bisa jauh lebih merosot alias apalagi nihil jika sang pembalap minim sokongan sponsor, selain bagi mereka nan mempunyai talenta spesial seperti Jorge Martin saat debut di usia 17 tahun berbareng Aspar Team dengan penghasilan pokok 40 ribu Euro plus bingkisan sponsor 70 ribu Euro.
1. Intip Skema Kontrak Veda Ega
Melihat rekam jejak prestisius Veda Ega Pratama nan dipromosikan lewat jalur emas Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, pembalap kelahiran Gunungkidul ini diprediksi kuat menerima Team-funded Contract (Kontrak Standar Tim) dari pabrikan Honda. Dalam skema industri balap modern, status ini sangat menguntungkan lantaran membebaskan Veda dari label pay rider, di mana seluruh biaya operasional balapnya ditanggung penuh oleh tim pabrikan, Honda Team Asia.
Veda Ega Pratama naik podium di Moto3 Brasil 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)
Veda sendiri langsung membuktikan posisinya di dalam tim bukanlah sekadar formalitas komersial. Hingga seri keenam Moto3 2026, pembalap berumur 17 tahun ini sukses bertengger di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 58 poin.
Raihan impresif tersebut menempatkan Veda sebagai pembalap debutan (rookie) terbaik sejauh ini. Ia sukses mengungguli pembalap muda bertalenta lainnya seperti Brian Uriarte di posisi 9 (42 poin) hingga Hakim Danish asal Malaysia nan tertahan di ranking 11 dengan raihan 27 poin.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·