
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
DUBAI – Perusahaan raksasa perlengkapan olahraga Adidas menyampaikan permohonan maaf setelah kampanye iklan nan menampilkan mantan tentara Israel—yang kehilangan satu kakinya saat bekerja di militer—memicu kritik luas serta seruan boikot.
Sebagaimana diwartakan Khaleej Times, kontroversi ini berpusat pada Shalev Biton, seorang pelari penyandang disabilitas amputasi nan tampil dalam kampanye di Israel untuk mempromosikan jasa Single Shoe (Sepatu Satuan) milik perusahaan tersebut. Inisiatif ini memungkinkan orang nan hanya memerlukan satu sepatu—termasuk penyandang disabilitas amputasi dan mereka nan mempunyai perbedaan kondisi bentuk pada personil tubuh—untuk membeli satu sepatu saja, alih-alih kudu membeli sepasang.
Biton kehilangan kaki kirinya setelah terluka akibat rudal antitank saat bekerja di militer Israel di dekat Gaza selama bentrok tahun 2021. Ia dilaporkan merupakan salah satu dari 11 atlet penyandang disabilitas nan ditampilkan dalam kampanye lokal tersebut.
Iklan itu menuai kritik tajam dari para aktivis pro-Palestina, nan mempertanyakan keputusan Adidas untuk menampilkan mantan tentara Israel dalam kampanye nan berfokus pada penyandang amputasi, di tengah tingginya jumlah penduduk Palestina nan kehilangan personil tubuh akibat perang di Gaza.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 5.000 orang di Gaza telah menjalani amputasi, sehingga memicu lonjakan kebutuhan bakal bedah khusus, perangkat prostetik, dan rehabilitasi jangka panjang.
Dalam laporan bulan Mei 2026, organisasi tersebut menyatakan bahwa kurang dari 25 persen dari 2.300 penyandang disabilitas amputasi nan dievaluasi antara September 2024 dan Mei 2026 telah mendapatkan kaki alias tangan tiruan (prostesis).
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·