Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2026 |07:02 WIB

Kemensos mengungkapkan nilai transaksi judol nan terindikasi mengenai info penerima bansos dan personil keluarganya mencapai Rp2,68 miliar sepanjang 2025. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan nilai transaksi gambling online (judol) nan terindikasi mengenai info penerima support sosial (bansos) dan personil keluarganya mencapai Rp2,68 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut menjadi transaksi tertinggi nan ditemukan dari hasil pemadanan info Kemensos dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto mengatakan rata-rata nilai transaksi gambling online nan terdeteksi mencapai Rp1,9 juta per orang. Sementara itu, nilai transaksi terendah tercatat Rp5.000.
“Kemudian dari sisi transaksinya, ini lumayan bervariatif dan rata-rata itu di nomor 1,9 juta per orang transaksinya. Ini dalam kurun waktu tahun 2025. Jadi selama 2025 itu rata-rata transaksinya itu 1,9 juta. nan paling banyak itu 2,6 miliar, ini satu orang. nan paling sedikit 5 ribu,” kata Joko di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Joko mengatakan Kemensos tetap mendalami transaksi dengan nilai terbesar tersebut. Pemerintah juga menelusuri apakah transaksi gambling online dilakukan menggunakan rekening nan menjadi sarana penyaluran bansos alias rekening lain milik personil keluarga.
“Kalau rekening penerima bansos biasanya hanya untuk transfer kemudian diambil. Tapi sedang kami selidiki ini, apakah memang menggunakan rekening bansos alias tidak,” jelasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·