Ada Kabar Beras Premium di Ritel Langka-Pembelian Dibatasi, Apa Benar?

Sedang Trending 22 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Stok beras premium di sejumlah ritel modern di Jakarta Pusat terpantau mulai susah ditemui. Dari pantauan CNBC Indonesia di tiga ritel modern, ialah Alfamart, Indomaret, dan Hero, pilihan beras premium nan tersedia terlihat terbatas.

Di Alfamart, rak beras nan dipantau hanya terlihat menyediakan beras SPHP nan dibanderol Rp74.500 per bungkusan 5 kilogram (kg). Sementara beras premium di rak tersebut sudah tidak tersedia.

"Iya, nan premium lagi pada habis. Kosong. Dari tadi juga banyak nan nanya, nyariin premium," ujar salah seorang pegawai Alfamart saat ditemui CNBC Indonesia, Kamis (10/9/2026).

Menurut pegawai tersebut, kondisi stok beras premium nan kosong sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Namun, dia belum dapat memastikan kapan stok beras premium bakal kembali tersedia.

"Dari dua hari kemarin. Tapi kurang tahu jika kapan masuknya lagi," ujarnya.

Berbeda dengan Alfamart, Indomaret tetap mempunyai beberapa pilihan beras. Namun, tidak seluruhnya merupakan beras premium.

Pegawai Indomaret menyebut beras merek Lahap tersedia dengan nilai Rp149.000 untuk bungkusan 10 kg, alias sekitar Rp14.900 per kg. Sementara beras Sintanur Wangi dibanderol Rp95.900 untuk bungkusan 5 kg dan Topi Koki Short Grain seharga Rp68.500 untuk bungkusan 2,5 kg.

"Lahap Rp149 ribu 10 kg. Kalau nan Sintanur Wangi Rp95.900 isi 5 kg. nan Topi Koki Rp68.500 isi 2,5 kg," ungkap pegawai tersebut.

Ketika ditanya mengenai jenis beras nan tersedia, pegawai itu menjelaskan bahwa Lahap merupakan beras premium, sedangkan Topi Koki nan tersedia merupakan jenis short grain dengan kandungan zinc dan vitamin D3. Adapun Sintanur Wangi disebut merupakan beras beraroma pandan alami, alias kerap disebut pandan wangi.

"Yang premium biasa itu ada Lahap, tapi nan Topi Koki itu short grain. Kalau nan Sintanur (Wangi) dia kayak pandan wangi," katanya.

Kondisi serupa juga terlihat di swalayan Hero. Beras premium nan tersedia sangat terbatas. Dari pantauan CNBC Indonesia, rak tersebut hanya menyisakan beras premium Shirohana bungkusan 5 kg dengan nilai Rp175.000.

Pegawai Hero mengatakan stok beras premium lainnya sudah kosong. Bahkan, stok nan tersisa tersebut merupakan pilihan terakhir nan tetap tersedia di ritel itu.

"Iya, lagi pada kosong. Cuma ada sisa ini doang. Ada selain ini, di kasir itu beras porang," kata pegawai Hero.

Kekosongan tersebut baru terjadi pada hari ini. Menurut pegawai Hero, sehari sebelumnya stok beras premium tetap tersedia.

"Baru hari ini. Kemarin tetap ada," sebut dia.

Untuk pasokan berikutnya, pegawai tersebut memperkirakan beras bakal kembali masuk pada pekan depan.

"Katanya sih Selasa depan ya," katanya.

Pantauan stok beras premium di ritel modern wilayah Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pantauan stok beras premium di ritel modern wilayah Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Pantauan stok beras premium di ritel modern wilayah Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Pembelian Beras Tak Dibatasi

Kendati stok beras premium di sejumlah ritel terpantau terbatas, para pegawai di tiga ritel tersebut menyebut tidak ada pembatasan pembelian beras bagi konsumen.

Di Indomaret, pegawai mengatakan pembelian beras tetap bebas dan tidak dibatasi.

"Nggak, pembelian bebas, nggak dibatasi," katanya.

Hal serupa disampaikan pegawai Alfamart. Menurutnya, baik beras premium ketika tetap tersedia maupun beras SPHP tidak dikenakan pembatasan pembelian.

"Bebas saja. Pas kemarin ada stok (premium) juga nggak dibatasi, SPHP nggak dibatasi," ucap dia.

Sementara itu, pegawai Hero juga memastikan tidak ada pembatasan pembelian beras.

"Nggak sih, nggak dibatasi," ujarnya.

Dengan demikian, persoalan nan terlihat dari pantauan di tiga ritel tersebut bukan pembatasan pembelian, melainkan kesiapan pilihan beras premium nan mulai terbatas, dengan kondisi berbeda di masing-masing gerai.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News