Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan ekonomi mulai dirasakan hingga level warung mini di permukiman warga. Penjaga Warung Madura di Cirendeu Tangerang Selatan, Mukmin, mengaku mulai memandang perubahan perilaku pengguna nan sekarang lebih menahan shopping dibanding sebelumnya.
"Belakangan saya memandang memang orang condong lebih sedikit dalam belanja. nan tadinya beli beras misalkan 5 liter jadi 2 liter sekaligus," katanya saat ditemui CNBC Indonesia, dikutip Rabu (13/5/2026).
Di warung tempatnya bekerja, pembeli tetap datang untuk kebutuhan harian seperti mi instan, telur, kopi hingga rokok. Namun jumlah belanjaannya tidak selalu stabil sepanjang bulan.
"Kalau udah tanggal 15 ke belakang itu udah kayaknya bukan gambar Soekarno (pecahan Rp100 ribu)," ujar Mukmin sembari berbual dengan pelanggan.
Pola shopping di warung itu menjadi gambaran gimana masyarakat mulai menyesuaikan pengeluaran di tengah tekanan kebutuhan hidup. Menurut Mukmin, pengguna biasanya lebih lenggang berbelanja di awal bulan ketika baru menerima gaji.
"Tanggal tua puasa, tapi awal bulan lagi banyak duit biasanya," katanya.
Wilayah tempat warung berada juga dipenuhi pekerja proyek dan pekerja gedung nan mempunyai pola pendapatan berbeda dengan pegawai kantoran. Faktor itu membikin kondisi transaksi harian di warung sangat berjuntai pada situasi pekerjaan di sekitar lingkungan tersebut.
"Iya di belakang. Di belakang kali ini masuk perumahan kan. Lagi dibangun-bangun kali ya, kayak perumahan gitu," ujar Mukmin.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·