Ada BBM Baru B50, RI Bisa Hemat Devisa Hingga Rp157,28 T di Akhir 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperhitungkan penghematan devisa negara mencapai Rp 157,28 triliun pada akhir tahun 2026 melalui rencana mandatori biodiesel 50% (B50). Nantinya, peningkatan campuran B50 dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bakal diikuti dengan penyesuaian total alokasi volume biodiesel nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah tengah merampungkan izin agar kebijakan tersebut dapat segera diimplementasikan secara serentak di beragam sektor mulai Juli mendatang.

"Dan untuk proyeksi hingga Desember 2026 dengan adanya penambahan 50% ini, maka penghematan devisa nan bisa dilakukan mencapai Rp 157,28 triliun dan peningkatan nilai tambah CPO juga merambah naik menjadi Rp 24,68 triliun," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pemerintah mencatat adanya kenaikan sasaran penyaluran seiring dengan transisi dari program B40 nan saat ini diterapkan menuju B50. Alokasi biodiesel untuk tahun 2026 dipatok sebesar 15,64 juta kiloliter (KL), dengan kebijakan baru pada 1 Juli 2026 mendatang porsi volume tersebut diproyeksikan melonjak menjadi 17,60 juta KL hingga akhir tahun.

"Di sini kita memprediksi total awal untuk serapan dari B40 sampai dengan Desember tadinya kita terbitkan 15,64 juta kl. Dan ini proyeksi untuk total alokasi sampai dengan Desember kelak sedikit naik jadi menjadi 17,60 juta kl nan bakal kelak dikeluarkan di keputusan menteri," kata Eniya.

Terkait skema penyalurannya, pemerintah memastikan skema pemberian insentif tetap ada sama seperti kebijakan nan bertindak saat ini. Dukungan insentif hanya diberikan untuk penyaluran di sektor Public Service Obligation (PSO), sementara untuk sektor non-PSO bakal dilepas mengikuti sistem nilai pasar.

"Alokasi PSO dan non-PSO bakal seperti nan sudah dilakukan sebelumnya. Disalurkan insentif untuk nan sektor PSO saja," imbuhnya.

Implementasi B50 ini juga diproyeksikan memberikan akibat sosial nan luas melalui penyerapan tenaga kerja nan diperkirakan mencapai 2,2 juta orang. Dari sisi lingkungan, peningkatan bauran daya terbarukan ini ditargetkan bisa menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 sepanjang tahun 2026.

"Manfaat mandatori biodiesel telah kita ketahui bahwa biodiesel 40% itu sudah dilakukan sejak tahun 2025 lampau dan ini menghasilkan total realisasi di tahun 2025 adalah sebesar 14,94 juta kl, capaiannya 95,67% terserap untuk sektor PSO dan non-PSO," tandasnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News