Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Masyarakat Diminta Waspada

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Masyarakat Diminta Waspada ilustrasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.(BMKG)

ABU vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, sebagian Jawa Barat, dan DKI Jakarta alias Jabodetabek. Sebaran abu tersebut dipengaruhi arah dan kecepatan angin sehingga jangkauannya dapat berubah.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengatakan pemantauan sebaran abu vulkanik dilakukan berasas campuran info dari sistem Magma Indonesia, info BMKG, gambaran satelit, serta sejumlah stasiun pengamatan.

“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan DKI Jakarta, serta Lampung,” ujar Lana dalam konvensi pers, Minggu (6/9).

Menurut Lana, arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik dapat berubah berjuntai pada arah dan kecepatan angin. Karena itu, masyarakat di wilayah nan berpotensi terdampak hujan abu diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati menjelaskan, pemantauan terbaru menunjukkan adanya perbedaan arah pergerakan abu pada sejumlah lapisan atmosfer.

Pada lapisan atas dengan ketinggian sekitar 50 ribu kaki alias 15 kilometer, gumpalan abu pekat nan terlepas dari kawah aktif terpantau bergerak ke arah barat daya menuju Samudra Hindia.

Sementara pada lapisan sekitar 20 ribu kaki alias 6 kilometer, emisi abu nan tetap berjalan dari lubang kawah aktif terbawa angin ke arah barat. Adapun sisa debu lembut dari fase erupsi sebelumnya pada lapisan nan sama bergerak ke timur menuju perairan Selat Sunda bagian selatan.

Badan Geologi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Siti mengingatkan masyarakat, terutama golongan rentan, untuk menggunakan masker guna mengurangi paparan abu vulkanik.

“Memang sangat krusial untuk mengedukasi masyarakat di sekitar wilayah untuk terus-menerus menggunakan masker lantaran ancaman dari abu ini sangat lumayan, partikelnya sangat mini dan itu bisa membahayakan terutama untuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” kata Siti. (Ata/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia