Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan namalain Abah Setu, meminta maaf atas pernyataannya nan diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Kementerian Agama (Kemenag) berambisi kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat.
"Kejadian ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan alias sikap keagamaan agar tidak menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan," ujar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar kepada detikcom, Sabtu (12/9/2026).
Thobib menegaskan pihaknya menghormati proses norma terhadap Abah Setu. Ia pun meminta masyarakat agar menunggu hasil penyelidikan nan tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenag menghormati proses norma nan sedang ditangani oleh pihak kepolisian dan meminta semua pihak menunggu," kata Thobib.
Klarifikasi Abah Setu
Sebelumnya, Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan namalain Abah Setu, telah memberikan penjelasan mengenai pernyataannya nan dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Ia meminta maaf atas ucapannya nan menimbulkan kegaduhan tersebut.
Permintaan maaf disampaikan Abah Setu dalam proses mediasi dan penjelasan di Mapolres Metro Bekasi, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas).
Dalam pernyataannya, Abah Setu mengakui kesalahan atas ucapan nan menyinggung kaum muslimin.
"Sehubungan dengan beredarnya video nan menyinggung kaum muslimin dan menghina Nabi Muhammad SAW, dengan ini saya mengakui kekeliruan tersebut. Saya menyadari video tersebut telah menyinggung dan menghina kaum muslimin. Oleh karenanya, saya meminta maaf nan sebesar-besarnya," kata Abah Setu.
Pada kesempatan tersebut, Abah Setu juga menyatakan bakal menutup seluruh aktivitas di Majelis Dzikir Nurul Hikam nan dipimpinnya, termasuk menyetop konten di media sosial.
"Kedua, saya bakal menutup aktivitas nan berangkaian dengan segala perihal nan dapat menyinggung umat, majelis taklim, konten medsos, maupun pengajaran terselubung nan berpotensi menghina dan menyesatkan kaum muslimin," ungkapnya.
Abah Setu juga menegaskan bakal bersikap kooperatif dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai patokan norma nan berlaku.
"Treget/Ketiga, saya bersedia mempertanggungjawabkan perbuatan ini sesuai norma nan bertindak jika saya mengulangi perihal nan sama alias sejenis di kemudian hari," ucapnya.
Ia pun berjanji bakal menjaga harkat dan martabat Rasulullah SAW di mana pun dan dalam keadaan apa pun. "Kelima, saya bakal senantiasa memperbaiki diri serta memvalidasi kebenaran dan kemuliaan Islam kepada para ustadz nan saleh," imbuhnya.
"Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dengan iktikad baik. Saya siap mempertanggungjawabkannya sesuai norma nan berlaku, apalagi di hadapan Allah SWT," pungkasnya
(isa/idn)
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·