Abah Setu di Bekasi Digeruduk Massa Usai Diduga Hina Nabi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Bekasi -

Asep Setiawan alias Abah Setu, ketua Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi digeruduk warga. Warga mendatangi kediaman Abah Setu setelah video viral dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9) malam, menyusul pernyataan kontroversial Abah Setu mengenai Nabi Muhammad SAW. Dalam rekaman video nan beredar, Abah Setu menyebut penyebabnya 'terjebak syariat' hingga kemudian membikin pernyataan nan diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

Dalam video tersebut, Abah Setu kemudian menyuruh pengikutnya untuk tidak ikut mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam nan dipimpinnya. Video tersebut kemudian mengundang reaksi penduduk hingga majelisnya didatangi massa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabis Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan personel Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat turun ke letak untuk menenangkan massa. Budi mengatakan tujuan penduduk mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam malam itu untuk meminta penjelasan terhadap Abah Setu mengenai pernyataannya di media sosial.

"Personel Polres Metro Bekasi berbareng Polsek Cikarang Barat telah datang saat sejumlah penduduk mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, pada Senin malam, 7 September 2026, untuk meminta penjelasan mengenai video nan mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," kata Kombes Budi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Budi Hermanto memastikan pihak kepolisian malam itu datang di letak untuk mencegah terjadinya gesekan. Polisi mengimbau penduduk agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main pengadil sendiri.

"Petugas mengimbau penduduk tetap tenang, tidak main pengadil sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian," kata Budi.

Setelah diberi imbauan oleh pihak kepolisian, penduduk kemudian membubarkan diri pada Selasa (8/9) awal hari dengan situasi kondusif dan kondusif. SSementara itu, polisi juga memintai keterangan Abah Setu.

"Sebagai tindak lanjut, pada Selasa, 8 September 2026, kepolisian telah meminta keterangan dari ketua majelis, Asep Setiawan," ungkapnya.

Alasan Abah Setu

Dalam keterangannya di instansi polisi, Abah Setu menyebut bahwa video nan tersebar merupakan penggalan rekaman. Menurutnya, video tersebut diedit menggunakan teknologi AI.

"Yang berkepentingan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI. Ia juga menyatakan bersedia berbincang dan memberikan penjelasan dalam mediasi nan dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi," kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani secara terpisah.

Lebih lanjut, Aliyani mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memverifikasi setiap info untuk menghindari konflik.

"Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi, serta menghindari tindakan nan dapat memicu konflik," pungkasnya.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News