AAJI Catat Klaim Kesehatan pada Q1 2026 Capai Rp6,72 T, Naik 15,3%

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
AAJI Catat Klaim Kesehatan pada Q1 2026 Capai Rp6,72 T, Naik 15,3% Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari-Maret 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dari kiri: Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen, Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo Karsono, dan Ketua Bidan(MI/Ihfa Firdausya)

ASOSIASI Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pembayaran klaim kesehatan pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp6,72 triliun alias meningkat 15,3% year-on-year. Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen menyebut perihal itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi kesehatan dan refleksi inflasi medis.

Selain itu, katanya, peningkatan itu juga mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dan meningkatnya kesadaran tentang perlindungan kesehatan. Di sisi lain, faedah asuransi kesehatan semakin dirasakan dengan tingginya permintaan asuransi kesehatan itu sendiri.

“Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kesehatan masyarakat tetap tinggi dan perlindungan asuransi kesehatan tetap memegang peran nan sangat penting,” ujar Wianto dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari-Maret 2026 di Jakarta, Selasa (2/6).

Peningkatan klaim kesehatan terjadi baik di segmen perorangan maupun kumpulan. Klaim pada segmen perorangan mencapai Rp4,20 triliun alias naik 12,1%, serta pada segmen Kumpulan terjadi kenaikan 20,9% menjadi Rp2,52 triliun.

“Kalau kita lihat lebih mendalam, info menunjukkan bahwa bukan hanya kenaikan nilai klaim saja tapi juga kebutuhan masyarakat terhadap jasa kesehatan juga terus bertumbuh. Ini menjadi pengingat bahwa sektor kesehatan ini bukan hanya soal gelombang penggunaan jasa tapi juga biaya jasa nan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini,” paparnya.

Secara umum pada kuartal pertama 2026, industri asuransi jiwa membayarkan total klaim dan faedah sebesar Rp38,73 triliun. Angka itu meningkat 1,5% dibandingkan dengan periode nan sama di tahun sebelumnya.

“Yang paling menonjol itu adalah kenaikan klaim akhir perjanjian sebesar 112% menjadi Rp10,45 triliun. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pemegang polis nan komit terus sampai akhir masa perlindungan dan menerima faedah sesuai dengan ketentuan polis. Ini kejadian nan sangat kuat,” ujar Wianto.

“Di sisi lain surrender-nya menurun sebesar 30,4% menjadi Rp13,37 triliun. Ini sinyal nan sangat positif bahwa sekarang masyarakat condong mempertahankan perlindungan polis nan sudah dimiliki,” imbuhnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia