Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 986 visitor sempat tertahan di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Mbay-Nagekeo, Sabtu (15/8) pagi.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebut ratusan visitor tersebut tertahan akibat penghentian sementara aktivitas pelayaran sebagai bagian dari langkah keselamatan setelah gempa dan peringatan awal tsunami dikeluarkan.
Berdasarkan siaran pers Kemenpar, seluruh visitor nan berada di Pulau Padar sekarang telah sukses dipulangkan. Mereka tiba dengan selamat di Labuan Bajo setelah otoritas pelabuhan menerbitkan pemberitahuan pembukaan kembali pelayaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenpar berbareng Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan visitor menjadi prioritas dalam penanganan akibat gempa di area pariwisata Flores, Alor, Lembata, dan Bima.
Selain visitor di Pulau Padar, seluruh tamu hotel di area Labuan Bajo juga sempat dievakuasi ke sejumlah titik kondusif di luar bangunan.
Beberapa letak nan digunakan sebagai titik pemindahan antara lain area Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.
Wisatawan nan sebelumnya dievakuasi dari Meurorah Hotel ke Puncak Waringin juga telah kembali ke akomodasi masing-masing.
Sementara itu, operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap melangkah dengan pembatasan setelah pemeriksaan teknis dilakukan. Aktivitas pelayaran laut juga kembali dibuka secara bertahap.
Kemenpar juga menyebut seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM, dihentikan sebagai bagian dari upaya mengutamakan keselamatan.
Sejumlah akomodasi wisata terdampak
Gempa juga berakibat pada sejumlah akomodasi pariwisata di Flores. BPOLBF mencatat Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan. Seluruh tamu dan tenaga kerja hotel dilaporkan selamat dan telah dipindahkan ke hotel lain nan dinilai aman.
Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah. BPOLBF tetap melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara sejumlah hotel di Labuan Bajo, seperti Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah, secara umum tetap dalam kondisi aman. Beberapa di antaranya hanya mengalami retakan ringan.
Sejumlah restoran juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada akomodasi pendukung pariwisata. Tembok papan nama area Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk.
Di sejumlah wilayah Flores, gempa turut menyebabkan longsor dan robohnya tiang listrik nan berakibat pada beberapa jalur utama, termasuk Labuan Bajo-Ruteng, Bajawa-Ende, Ruteng-Borong, serta Ende-Moni.
Peringatan awal tsunami nan sebelumnya dikeluarkan BMKG telah dicabut pada pukul 07.30 WIB alias 08.30 WITA. Meski demikian, visitor dan masyarakat di Flores diminta tetap tenang dan mengikuti info resmi lantaran gempa susulan tetap berpotensi terjadi.
(anm/dna)
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·