Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat di tengah upaya diplomasi nan belum membuahkan kesepakatan final antara Amerika Serikat dan Iran. Meski jalur negosiasi tetap terbuka melalui mediator internasional, ancaman serangan militer, gangguan pelayaran di Selat Hormuz, hingga pengerahan kapal perang terus memperbesar akibat eskalasi bentrok di area tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi makin rumit setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak respons terbaru Iran atas proposal perdamaian Washington. Di saat nan sama, negara-negara Barat mulai mempersiapkan skenario pengamanan jalur perdagangan dunia melalui Selat Hormuz, nan selama ini menjadi titik krusial pengedaran minyak dan gas dunia.
Sementara itu, Iran tetap menunjukkan sikap keras dengan memperingatkan Inggris dan Prancis agar tidak mengirim kapal perang ke area tersebut. Bentrokan tidak langsung juga terus terjadi, termasuk serangan drone di wilayah Teluk, sementara Israel menegaskan perang belum berhujung selama program nuklir Iran tetap berjalan.
Berikut perkembangan terkini bentrok di Timur Tengah sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (11/5/2026).
Trump Tolak Respons Perdamaian Iran
Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan dirinya telah menolak respons Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Ia menyebut jawaban Teheran sebagai sesuatu nan "sama sekali tidak dapat diterima".
"Saya baru saja membaca respons dari apa nan disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya -- SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Inggris dan Prancis Gelar Pertemuan soal Hormuz
Inggris dan Prancis bakal menjadi tuan rumah pertemuan multinasional para menteri pertahanan pada Selasa untuk membahas rencana militer memulihkan arus perdagangan melalui Selat Hormuz, kata pemerintah Inggris.
"Menteri Pertahanan John Healey bakal memimpin berbareng pertemuan lebih dari 40 negara, berbareng mitranya dari Prancis, Menteri Catherine Vautrin, untuk pertemuan pertama para Menteri Pertahanan dalam misi multinasional ini," demikian pernyataan kementerian pertahanan Inggris pada Minggu.
Peraih Nobel Iran Dibebaskan dengan Jaminan
Otoritas Iran membebaskan peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi dengan agunan setelah meningkatnya kekhawatiran atas kondisi kesehatannya. Para pendukungnya mengatakan Mohammadi telah dipindahkan ke Teheran untuk menjalani perawatan medis.
Setelah 10 hari dirawat di rumah sakit di Zanjan, Iran utara, tempat dia menjalani hukuman, Mohammadi "diberikan penangguhan balasan dengan agunan besar," kata yayasannya dalam sebuah pernyataan.
Trump Akan Tekan Xi Jinping soal Iran
Trump diperkirakan bakal menekan Presiden China Xi Jinping mengenai Iran saat kunjungannya ke Beijing pekan ini, kata seorang pejabat senior pemerintahan AS pada Minggu, ketika pemimpin AS itu berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Saya memperkirakan presiden bakal memberikan tekanan," kata pejabat tersebut dalam percakapan dengan wartawan dengan syarat anonim. Ia menambahkan Trump sebelumnya juga telah melakukan perihal serupa dalam percakapan dengan Xi.
Iran Kirim Respons ke AS
Iran telah mengirimkan respons terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang di area melalui Pakistan, lapor media pemerintah Iran.
"Republik Islam Iran hari ini (Minggu) melalui mediator Pakistan mengirimkan respons terhadap teks terbaru nan diusulkan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang," demikian laporan instansi buletin resmi IRNA tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis di platform X: "Kami tidak bakal pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan alias negosiasi, itu tidak berfaedah menyerah alias mundur."
Iran Peringatkan Inggris dan Prancis
Iran memperingatkan Inggris dan Prancis bahwa angkatan bersenjatanya bakal meluncurkan "respons nan tegas dan segera" jika kedua negara itu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
London dan Paris telah mengirim kapal ke area tersebut sebagai bagian dari upaya internasional untuk mengamankan jalur strategis itu jika nantinya tercapai kesepakatan tenteram antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.
Serangan Drone di Kawasan Teluk
Drone diluncurkan ke beberapa sasaran di area Teluk pada Minggu, dengan salah satunya menghantam kapal kargo nan berlayar menuju Qatar dari Abu Dhabi.
Kementerian pertahanan Qatar mengatakan kebakaran mini terjadi di kapal komersial tersebut, namun tidak ada korban jiwa.
Militer Kuwait juga mengatakan pihaknya sukses menggagalkan serangan drone saat fajar.
Netanyahu Sebut Perang "Belum Berakhir"
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan stok uranium Iran kudu "dikeluarkan" sebelum perang AS-Israel melawan Iran dapat dianggap selesai.
"Ini belum berhujung lantaran tetap ada material nuklir, uranium nan diperkaya, nan kudu dikeluarkan dari Iran. Masih ada akomodasi pengayaan nan kudu dibongkar," kata Netanyahu kepada program "60 Minutes" milik CBS News.
Iran Ancam Target AS
Korps Garda Revolusi Islam Iran menakut-nakuti bakal menargetkan akomodasi AS di Timur Tengah dan "kapal-kapal musuh" jika kapal tanker mereka diserang, lapor media Iran.
"Setiap serangan terhadap kapal tanker dan kapal komersial Iran bakal mengakibatkan serangan besar terhadap salah satu pusat Amerika di area dan kapal-kapal musuh," katanya, sehari setelah serangan AS terhadap dua kapal tanker Iran di Teluk Oman.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·