8 Fakta Kapal Feri di Pelabuhan Merak Dilalap Api

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

KMP Batumandi terbakar saat hendak sandar di Pelabuhan Merak, Banten. Seluruh penumpang kapal feri itu sukses diselamatkan dan polisi tengah menyelidiki kejadian ini.

Kebakaran kapal ini terjadi pada Selasa (20/10/2026) sore. Saat itu, kapal hendak sandar di Pelabuhan Merak, Banten. Berikut fakta-faktanya:

1. Peristiwa Kebakaran Kapal

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan kebakaran terjadi pada Selasa (20/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa itu terjadi di perairan Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di perairan laut Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, telah terjadi kebakaran kapal penumpang KMP Batumandi," kata Maruli.

Dilihat dari video nan beredar, Selasa (20/10), asap hitam pekat terlihat mengepul dari kapal jenis roll-on/roll-off (ro-ro) tersebut. Kapal tetap berada di perairan sekitar Pelabuhan Merak saat kebakaran terjadi.

Dalam video lainnya, terlihat petugas mengevakuasi penumpang menggunakan kapal kecil. Para penumpang dibawa menuju letak nan lebih aman.

2. Penumpang Selamatkan Diri ke Anjungan-Geladak Kapal

Saat kebakaran terjadi di atas kapal, terlihat penumpang menaiki anjungan dan geladak kapal untuk menyelamatkan diri.

Dilihat dari video nan beredar, kebakaran terjadi di bagian belakang kapal. Asap pekat pun membubung tinggi.

Saat kebakaran terjadi, terlihat beberapa orang naik ke anjungan hingga geladak kapal. Mereka menunggu pemindahan dari petugas.

Sementara itu, dalam video nan disebarkan Basarnas, terlihat sebuah kapal mini mendekati kapal Ro-Ro nan terbakar tersebut. Terlihat perangkat nan dipasang untuk membantu penumpang turun dari kapal nan terbakar ke kapal evakuasi.

3. Kronologi Kebakaran

Kapal terbakar saat sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak. Begini kronologinya.

Dilansir Antara, kapal sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni pada pukul 14.52 WIB. Pada pukul 16.15 WIB, petugas darat memandang adanya percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muat kendaraan kecil.

"ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah sukses dievakuasi," kata Corporate Secretary ASDP Windy Andale dilansir Antara.

4. Penumpang Dievakuasi ke Dermaga Eksekutif Merak

Petugas tim SAR mengevakuasi korban KMP Batumandi ke Dermaga 6 alias Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (20/10), penumpang KMP Batumandi nan telah dievakuasi berada di area tunggu pelabuhan. Terlihat petugas sedang mendata dan menangani para korban tersebut.

Kasubsie Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan petugas tetap melakukan proses evakuasi.

"Hingga laporan awal disampaikan, jumlah penumpang alias orang di atas kapal (person on board/POB) serta info korban tetap dalam pendataan. Informasi mengenai jumlah korban selamat, meninggal dunia, maupun nan tetap dalam pencarian belum dapat dipastikan," kata Rizky, Selasa (20/10).

5. Seluruh Penumpang Selamat

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, mengatakan seluruh penumpang KMP Batumandi telah dievakuasi dalam keadaan selamat. Evakuasi terhadap penumpang mulai melangkah sore hari ini.

"Berdasarkan info nan diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan sukses dievakuasi dengan selamat," ujar Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, dalam keterangannya, Selasa (20/10).

Yogie mengatakan info awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, kejadian dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan sedang menuju Pelabuhan Merak.

Dalam laporan awal kepada VTS Merak, kebakaran diinformasikan berasal dari bilik mesin kapal. Petugas VTS segera menyampaikan info keadaan darurat dan mengoordinasikan pengerahan support dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta lembaga mengenai untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.

Adapun Proses penanganan melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung. Pihaknya mendukung proses pemeriksaan nan bakal dilakukan dari kejadian kebakaran tersebut.

"VTS Merak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Dukungan komunikasi dan pemantauan tersebut menjadi bagian krusial dalam penyampaian info keadaan darurat serta pengerahan support di perairan sekitar letak kejadian," Ujar Yogie.

6. Penumpang Sempat Dengar Ledakan

Penumpang selamat KMP Batumandi nan terbakar di laut Merak mendengar bunyi ledakan sebelum kapal terbakar. Suara ledakan terdengar dua kali.

Penumpang KMP Batumandi, Edi, mengatakan sebelum asap menyelimuti ruangan kapal, bunyi ledakan terdengar dari bilik mesin. Edi mengaku mendengar bunyi itu dua kali sebelum pengumuman darurat disuarakan kru kapal.

"Pertama, sebelum kejadian, ada meledak 'teng' di mesin sebelah kiri. Habis itu keluar asap kecil. Habis keluar asap mini gitu, saya ngomong, 'Ini bakalan gede. Tolong sediain pelampung'. Tapi orang pada diam," kata Edi di Pelabuhan Merak, Selasa (20/10).

Para penumpang baru panik saat bunyi ledakan kedua. Dia menyatakan lampu kapal langsung meninggal tak lama setelah bunyi ledakan kedua tersebut.

"Meledak kedua 'dum' (dari) mesin, itu udah gelap. Habis gelap, orang pada panik. Saya untung pakai handuk gini-giniin (tutup hidung), terus saya teriak 'tolong sekoci diturunin', kagak diturunin sampai penumpang habis, sekoci enggak ada turun satu pun," ujarnya.

Saat sirene bunyi, penumpang kapal oleh petugas diminta memakai pelampung. Saat itu, kepanikan tak terbendung hingga penumpang ada nan langsung melompat ke laut.

"Loncat. Tapi kan diselamatkan oleh nelayan. Nelayan Merak," katanya.

7. Nelayan Ikut Bantu Evakuasi

Para penumpang kapal sempat diselamatkan nelayan sekitar Merak saat kebakaran terjadi. Sopir bus rute Padang-Jakarta, Zulhaedi mengatakan, dia berbareng beberapa penumpang lain diselamatkan oleh nelayan sekitar Merak.

"Nelayan dulu nan bantuin itu nelayan dulu. Barulah kapal-kapal nan dari Bakau," ujar Zulhaedi saat ditemui di posko evakuasi, Kamis (20/10).

Saat kejadian, ada penumpang nan nekat terjun ke laut dari lantai 3 KMP Batumandi. Penumpang panik membikin suasana di kapal makin mencekam. Kapal nan dipenuhi asap membikin beberapa penumpang mengalami sesak napas.

"Kebetulan saya kan pakai handuk, giniin... kasih air dikit, biar lezat gitu... buat pernapasan. Masalahnya jika enggak pakai handuk saya tadi, mungkin udah pingsan," katanya.

8. Penyebab Kebakaran Diselidiki

Polda Banten menyampaikan terdapat 420 penumpang di kapal KMP Batumandi nan terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Penyebab kebakaran tetap dalam penyelidikan.

"Berdasarkan manifest, jumlah penumpang KMP Batumandi sebanyak 420 orang. Di dalam kapal juga terdapat 89 unit kendaraan. Dari total penumpang tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea, Rabu (21/10).

Seluruh penumpang telah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa. Sementara itu, sejumlah penumpang nan mengalami luka-luka telah dibawa ke akomodasi kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Untuk kondisi penumpang, berasas info sementara dari ASDP, tidak ada korban meninggal dunia. Sementara itu, penumpang nan mengalami luka-luka telah dievakuasi ke Puskesmas Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medika," ujarnya.

Maruli mengatakan petugas tetap menyelidiki penyebab kebakaran KMP Batumandi.

"Untuk kronologi komplit dan penyebab kebakaran, kami minta masyarakat bersabar. Nantinya bakal ada tim nan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Maruli.

(lir/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑