7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Banda Aceh, CNN Indonesia --

Tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banda Aceh menghentikan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin (8/6).

Penghentian sementara itu terjadi lantaran biaya operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat belum diterima oleh pengelola dapur.

Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza, mengatakan biaya nan selama ini digunakan untuk menjalankan aktivitas dapur telah habis. Sementara biaya pengganti nan biasanya dikirim secara berkala belum masuk ke rekening pengelola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saldo biaya belum dikirim, jadi biaya utama nan dipakai untuk melaksanakan operasional dapur itu sudah tidak ada. Saat ini mereka tetap menunggu top up biaya dari BGN pusat," kata Reza kepada wartawan, Senin (8/6).

Menurut Reza, dari total 37 dapur MBG nan beraksi di Banda Aceh, hanya tujuh dapur nan terdampak dan terpaksa menghentikan layanan. Sementara dapur lainnya tetap dapat beraksi lantaran mempunyai sisa biaya untuk menutupi kebutuhan operasional harian.

Ia menjelaskan operasional pengedaran makanan pada Senin memerlukan persiapan sejak sehari sebelumnya lantaran biaya belum tersedia, sejumlah dapur tidak dapat membeli bahan baku maupun menyiapkan kebutuhan produksi makanan untuk para siswa penerima manfaat.

"Kalau operasional hari Senin, persiapannya dilakukan hari Minggu. Kalau tidak ada persiapan, gimana program itu bisa dijalankan," ujarnya.

Reza mengatakan pihak pengelola memilih tidak menggunakan sistem talangan dari mitra penyedia bahan pangan. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari persoalan manajemen maupun potensi mark up nilai nan dapat muncul jika pembelian dilakukan dengan sistem utang.

Menurutnya, BGN pusat juga telah mengarahkan agar dapur menghentikan sementara operasional andaikan biaya belum tersedia. Saat ini pihaknya hanya menyampaikan kepada sekolah-sekolah penerima faedah bahwa pengedaran MBG tidak dapat dilakukan lantaran hambatan pendanaan.

Reza mengaku mendapat info biaya bakal ditransfer pada hari ini, namun hingga sekarang pihaknya tetap menunggu proses pencairan tersebut.

"Bisa jadi jika hari ini biaya belum masuk, besok ada dapur lain nan ikut berakhir beraksi lantaran persediaan biaya mereka juga bakal habis," ujarnya.

Sebelumnya Kepala BGN Nanik S Deyang membantah info nan beredar mengenai penghentian penyaluran biaya program MBG nan disebut dapat berakibat pada operasional SPPG.

BGN menegaskan info tersebut tidak betul dan seluruh jasa MBG di beragam wilayah tetap melangkah sesuai sistem nan telah ditetapkan pemerintah.

"Kami menegaskan bahwa info nan menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun petunjuk resmi dari BGN mengenai penghentian operasional," ujar Nanik dalam keterangan resmi, Senin (8/6).

Ia mengakui terdapat dinamika administratif dalam proses pencairan anggaran. Namun, kondisi tersebut disebut tidak memengaruhi keberlangsungan program nan menjadi salah satu program prioritas pemerintah tersebut.

Nanik juga meminta seluruh mitra pelaksana, yayasan, pengelola SPPG, pemasok, hingga masyarakat untuk hanya merujuk pada info resmi nan disampaikan melalui kanal komunikasi lembaga.

"Apabila terdapat hambatan di lapangan, kami meminta seluruh mitra berkoordinasi melalui jalur resmi. Jangan menjadikan info nan tidak berasal dari sumber resmi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional," katanya.

(dra/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional