Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak tujuh rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) seri iE305 produksi PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA ditarik dari operasional, untuk menjalani perawatan intensif melalui proses General Check Up (GCU).
Perawatan dilakukan untuk memastikan seluruh komponen rangkaian KRL berfaedah optimal, terutama bagian nan berangkaian dengan keselamatan perjalanan. Dalam proses tersebut, INKA turut menerjunkan tim engineering dan quality assurance untuk melakukan pemeriksaan berbareng KAI Commuter dan stakeholder terkait.
Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan, pemeriksaan mencakup sejumlah komponen penting, mulai dari sistem bogie, sistem propulsi, hingga komponen lain nan berangkaian dengan keselamatan perjalanan.
"Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung berbareng tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfaedah optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana," kata Nanang dalam keterangannya saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Selasa (8/9/2026).
INKA mengatakan, proses GCU menjadi bagian dari komitmen perusahaan sebagai manufaktur sarana KRL untuk menjaga kualitas dan keandalan produk nan digunakan dalam jasa Commuter Line alias KRL.
KRL jenis EA-207 CLI-225 alias seri iE305, nan diproduksi INKA. (Dok: INKA) Foto: KRL jenis EA-207 CLI-225 alias seri iE305, nan diproduksi INKA. (Dok: INKA)
Nanang mengatakan, perusahaan juga bakal terus berkoordinasi dengan KAI Commuter selama proses pemeriksaan berjalan untuk memastikan seluruh rangkaian produksi INKA memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan pengguna.
"Bagi kami, ini adalah corak tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line," ujarnya.
Di sisi lain, proses perawatan sejumlah rangkaian KRL tersebut berakibat pada jumlah perjalanan Commuter Line Jabodetabek nan dapat dioperasikan. KAI Commuter melakukan penyesuaian agenda perjalanan mulai Senin (7/9/2026).
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan penyesuaian dilakukan dengan menyesuaikan jumlah sarana nan tersedia. Kebijakan tersebut diterapkan pada perjalanan pagi serta sore hingga malam hari dan berkarakter sementara.
"Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL nan ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan," jelas Karina.
Secara total, terdapat 17 perjalanan Commuter Line alias KRL nan mengalami penyesuaian. Pada pagi hari, sebanyak 7 perjalanan dari Bogor/Cilebut/Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota dan 5 perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor dibatalkan.
Kemudian pada sore hari, terdapat 2 perjalanan dari Manggarai menuju Bogor dan 3 perjalanan dari Bogor nan mengalami penyesuaian. Akibatnya, KAI Commuter sekarang mengoperasikan 1.048 perjalanan Commuter Line Jabodetabek per hari, turun dari sebelumnya 1.065 perjalanan.
Karina menuturkan, perawatan perlu dilakukan terhadap sarana nan digunakan masyarakat setiap hari untuk menjaga keandalan jasa sekaligus memastikan keselamatan perjalanan.
"Kami memahami pasti bakal ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan nan ditimbulkan," ujarnya.
KAI Commuter mengimbau pengguna untuk menyesuaikan kembali agenda perjalanan selama proses perawatan berlangsung.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk dapat kembali menyesuaikan agenda perjalanannya," ucap Karina lebih jauh. Ia juga menegaskan bahwa KAI Commuter bakal terus menginfokan secara berkala mengenai agenda dan operasional Commuter Line melalui pengumuman info di Stasiun, di atas kereta, aplikasi C-Access, maupun melalui kanal media sosial resmi KAI Commuter," pungkas dia.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·