7 Hasil Diplomasi Prabowo 1,5 Tahun, RI Masuk BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

7 Hasil Diplomasi Prabowo 1,5 Tahun, RI Masuk BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun

7 Hasil Diplomasi Prabowo 1,5 Tahun, RI Masuk BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun (Foto: Setpres)

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka-bukaan soal hasil konkret diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri selama 1,5 tahun.

Teddy menegaskan, setiap kritik dan masukan terhadap pemerintah selalu ditampung. Namun, menurutnya, beragam capaian diplomasi nan telah diraih Indonesia dalam satu separuh tahun terakhir tidak boleh diabaikan.

“Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan kebenaran tentang semua hasil nan telah kita capai,” kata Teddy di akun IG @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Teddy memaparkan sejumlah capaian dari hasil nyata diplomasi Presiden Prabowo. Pertama, kata Teddy, Indonesia berasosiasi ke dalam BRICS di tengah bentrok krisis dunia.

“Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah bentrok krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, nilai BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman. Kemudian nan kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ,” ujar dia.

“Dan ini perjanjian nan sudah diurus belasan tahun nan lalu, tapi kapan tercapai? Ya era Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu,” sambungnya.

Ketiga, masuknya investasi senilai sekitar Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir. Teddy juga menyoroti hasil kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan nan menghasilkan komitmen upaya mencapai USD33,89 miliar alias sekitar Rp575 triliun.

Kemudian nan keempat, penguatan perangkat utama sistem persenjataan (Alutsista) melalui kerja sama dengan sejumlah negara. Mulai dari Prancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, dan negara Eropa lainnya.

Kemudian nan kelima, program ibadah haji tahun 2025 lampau dan tahun 2026. Teddy mengatakan, Indonesia adalah negara satu-satunya nan punya perkampungan haji di Arab Saudi. 

“Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji,” ungkapnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com