
Eskalasi bentrok di Timur Tengah nan melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan. (foto: Okezone.com/Reuters)
JAKARTA – Eskalasi bentrok di Timur Tengah nan melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Senin (2/3/2025). IHSG dibuka melemah ke area merah di level 8.092.
Hingga pukul 10.00 WIB, IHSG bergerak terbatas dengan level tertinggi 8.133 dan terendah 8.039. Sebanyak 675 saham tercatat melemah, 103 saham menguat, dan 180 saham stagnan.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengimbau penanammodal tetap logis dalam menyikapi bentrok nan terjadi di Timur Tengah serta mengutamakan pertimbangan esensial perusahaan sebelum melakukan transaksi saham.
“Menghadapi ketidakpastian nan meningkat akibat eskalasi geopolitik di tingkat global, kami mengimbau penanammodal tetap logis dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi akibat masing-masing investor,” ujar Hendrik dalam pernyataan tertulis, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan info BEI, sebanyak 22,71 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp12,21 triliun dalam 1,56 juta kali transaksi. Sejak pembukaan, sejumlah indeks tematik juga mengalami tekanan. Indeks LQ45 terkoreksi 1,36 persen, IDX30 turun 1,44 persen, dan IDXSMC-COM melemah 2,11 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada saham lapis kecil, tetapi juga saham unggulan.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·