
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menimbulkan pemborosan finansial negara. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menimbulkan pemborosan finansial negara hingga Rp1,27 triliun per minggu. Temuan ini berasal dari penelitian terbaru Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menjelaskan bahwa dalam satu minggu diperkirakan sekitar 62 juta porsi MBG telah disalurkan namun tidak dikonsumsi oleh penerima manfaat, ialah siswa sekolah. Survei CELIOS menunjukkan banyak penerima menilai menu nan diberikan tidak sesuai ekspektasi maupun takaran gizi.
"Jadi ada potensi duit negara nan terbuang akibat MBG nan dibuang. Anak-anak kerap menolak lantaran rasa nan tidak sesuai, kebersihan kurang, dan kualitas gizi tidak memadai," ujarnya dalam bertemu pers virtual, Senin (23/2/2026).
Isnawati menjelaskan, CELIOS mencatat skenario minimal dan maksimal potensi pemborosan. Skenario minimal mengasumsikan 62 juta porsi nan terbuang menimbulkan kerugian sekitar Rp622 miliar per minggu.
Sementara skenario maksimal, dengan dugaan penolakan lebih tinggi lantaran menu dan gizi tidak sesuai ekspektasi penerima, menimbulkan potensi kerugian hingga Rp1,27 triliun setiap minggu.
"Kalau dilihat per bulan, dalam skenario minimal, biaya itu bisa membiayai BPJS Kesehatan bagi 15,5 juta orang. Sedangkan dalam skenario maksimal, bisa untuk 31,6 juta orang," kata Isnawati.
CELIOS merekomendasikan pemerintah mengambil langkah tegas, mulai dari moratorium sementara program, reformasi total kreasi pelaksanaan, hingga audit nan transparan.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·