600 Ha lahan sawah di Nagan Raya Aceh mengalami kekeringan.
, NAGAN RAYA, – Sekitar 600 hektare lahan sawah di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengalami kekeringan akibat tandus panjang. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, menjelaskan bahwa penurunan debit air pada saluran irigasi dan minimnya curah hujan menjadi penyebab kekeringan ini.
Sejumlah lahan sawah nan terdampak di Kecamatan Kuala tersebar di 11 desa, di antaranya Desa Ujong Pasi seluas 105 hektare, Alue Ie Mameh 80,25 hektare, dan Simpang Peut 76,5 hektare. Desa lainnya seperti Blang Muko dan Blang Bintang juga mengalami kekeringan.
Di Kecamatan Suka Makmue, kekeringan melanda Desa Seumambek dengan luas 30,34 hektare dan Desa Macah seluas 68,38 hektare. Marzuki menjelaskan bahwa desa-desa tersebut berjuntai pada lahan sawah tadah hujan, sehingga sangat rentan terhadap musim kemarau.
Kondisi ini menyebabkan tanaman padi mulai layu dan pertumbuhannya terhambat, nan dapat berujung pada penurunan produksi jika tidak segera ditangani. Saluran irigasi nan mengalami penurunan debit air memperparah situasi, sehingga kebutuhan air tanaman padi tidak terpenuhi.
Untuk mengatasi persoalan ini, Distannak Kabupaten Nagan Raya telah melakukan pengaturan giliran air dan gotong-royong membersihkan endapan di saluran irigasi. Usulan support pompa air dan pencarian sumber air alternatif, seperti sumur bor dangkal, juga telah diajukan.
Pemerintah wilayah mengoptimalkan pintu air dan pengecekan jaringan irigasi untuk mencegah kebocoran air. Sinergi antara petugas penyuluh lapangan, golongan tani, dan lembaga mengenai diharapkan dapat meminimalisasi ancaman kandas panen massal di wilayah tersebut.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·